-
Do you need help?
Tampilkan postingan dengan label umum. Tampilkan semua postingan
Kumite merupakan bagian dari latihan karate yang mengajarkan karateka
untuk mempraktekkan tehnik menyerang, bertahan dan menyerang balik
dengan sungguh-sungguh tetapi dengan keamanan tinggi. Kumite adalah
bagian karate yang merupakan hal baru, pada saat Bapak Karate Gichin
Funakoshi hidup, tidak ada latihan kumite, yang beliau ajarkan terbatas
hanya Kihon dan KATA. Setelah Beliau
wafat dan anaknya mengajarkan karate, dan ketika karate mulai diajarkan
di sejumlah universitas di Jepang, mulailah Kumite dan Kompetisi menjadi
popular. Merupakan kesalahan besar jika kita menganggap latihan kumite
diatas segalanya, Masatoshi Nakayama, DAN IX, mengatakan bahwa didalam
KATA kita telah berlatih dengan musuh yang dibayangkan, hanya gerakan
tubuh dan menggunakan lebar jarak dalam tehnik menyerang dan menangkis.Kumite akan mengingatkan kita pada hal-hal yang kecil tetapi merupakan hal penting yang terkandung dalam karate. Oleh karena itu tanpa pengusaan Kihon dan Kata yang baik, kita tidak akan dapat melakukan Kumite dengan baik. Jika tehnik karate digunakan dengan paksaan atau tidak natural atau dengan jalan kekuatan, tubuh akan menjadi rusak dan jika tehnik KATA menjadi rusak ketika diaplikasikan, maka latihan Kumite tidak akan mencapai tujuannya. Dengan kata lain, pengembangan latihan Kumite berhubungan secara langsung dengan pengembangan dalam KATA. Keduanya berjalan bersama-sama seperti tangan yang memakai sarung tangan. Etika dan sikap hormat kepada pasangan latihan kumite harus diperlihatkan selama melakukan praktek kumite. Ketka latihan Kihon (dasar) di Dojo, karateka harus melangkah kedepan dengan kecepatan dan tenaga, teriakan “KIAI” memperlihatkan semangat yang baik. Ketikan berlatih Kumite di Dojo, karateka melakukan gerakan melangkah kebelakang untuk memperlihatkan sikap hormat dan terimakasih kepada pasangan yang telah membantunya dalam latihan mereka. Latihan kumite dimulai dan diakhiri oleh masing-masing pasangan dengan sikap Musubi-Dachi (sikap berdiri, tumit menyentuh lantai dan ujung kaki membentuk sudut 45°, tangan terbuka dan menyentuh bagian luar paha berhadap-hadapan dan saling memberi hormat (membungkukkan badan).
MACAM-MACAM KUMITE
KIHON IPPON KUMITE
(Pertarungan Dasar Satu Langkah)
Metode ini dimulai dengan perintah “Yoi” (siap), kedua pasangan menggerakkan kaki kanan, bergerak hingga membentuk sikap Hachiji-Dachi (kaki tebuka, jarak antara tumit selebar bahu, ujung kaki membentuk sudut 45º). Karateka yang menyerang pertama mengambil sikap Gedan-barai langkah belakang (kanan atau kiri, sesuai instruksi) dan memberitahukan kecepatan, tingkat dan tehnik serangan. Karateka yang bertahan konsentrasi atau memikirkan tehnik tangkisan yang akan digunakan dan memberitahukan kepada karateka penyerang dengan kata “Osh” Karateka Penyerang harus memfokuskan serangan kepada target yang telah ditentukan dengan semangat dan kontrol yang baik, menjamin bahwa tehnik telah dilakukan dengan baik (sikap, pernafasan dan Kime). Karateka Bertahan harus memperlihatkan semangat dan kontrol yang baik, menjamin pernafasan dan sikap telah dilakukan dengan baik, dan harus Kime saat menangkis sebelum melakukan serangan balik. Kedua pasangan harus kembali pada posisi semula dan menyatakan Zansin (kesadaran penuh, kesiapan) hingga instruktur mengatakan “Yame” (stop) dan “Enyoi” (istirahat). Ketika latihan dengan pasangan, kita bertanggung jawab terhadap keselamatannya , kontrol yang baik harus selalu dilatih.
TUJUAN
Mengarahkan karateka untuk melatih tehnik pukulan, tendangan, serangan dan tangkisan dengan musuh dan merasakan melawan dengan tehnik karate ketika berhadapan langsung dengan orang lain. Mendemonstrasikan pentingnya latihan tehnik jarak, waktu, gerakan dan kime yang baik
GO-HON KUMITE
(Pertarungan Lima Langkah)
Metode ini dimulai seperti Ippon Kumite, tetapi karateka penyerang melakukan serangan lima langkah kedepan untuk mencapai wilayah sasaran/target, dan karateka bertahan melangkah mundur dan menangkis lima kali, setelah tangkisan kelima karateka bertahan melakukan serangan balik dengan Gyaku-zuki (berteriak “Kiai” ketika menyerang dengan kecepatan dan tenaga). Go-hon Kumite selalu dilatih lamban dengan hitungan, cepat dengan hitungan dan kemudian cepat dan penuh tenaga tanpa hitungan. Ketika latihan cepat dan penuh tenaga, karateka penyerang tidak harus bergerak kedepan dengan irama, tetapi dia harus merencanakan serangannya untuk dapat merusak pertahanan karateka bertahan. Karateka Bertahan dilarang bergerak mundur hingga serangan terjadi. Pada semua jenis Kumite, kedua pasangan harus konsentrasi penuh dan latihan dengan serius, sebab jika kehilangan konsentrasi akan menyebabkan kecelakaan.
TUJUAN
Tujuannya sama dengan Ippon Kumite. Kumite ini juga memberikan latihan kepada karateka dalam perubahan sikap, mengambil jarak sambil bergerak mundur dan mendemonstrasikan pentingnya sikap dan jarak yang baik disemua tehnik.
SANBON KUMITE
(Pertarungan Tiga Langkah)
Metode ini pada dasarnya sama dengan Go-hon Kumite, tetapi hanya tiga serangan. Sanbon Kumite juga dilatih mengunakan tiga tehnik serangan yang berbeda. Seperti Jodan, Chudan, dan Mae-geri or Jodan, Chudan dan Kekomi, dll. Karateka Bertahan harus melakukan tangkisan yang benar terhadap tehnik serangan yang digunakan dan serangan balik setelah tiga tangkisan.
TUJUAN
Tujuannya sama dengan Go-hon Kumite, tetapi dengan menambah tekanan dalam latihan dan tingkat tehnik serangan dan tangkisan yang sulit. Hal ini untuk membantu meningkatkan “Kemampuan Berfikir“, seperti reaksi, ingatan, konsentrasi, dan lain-lain.
KEASHI IPPON KUMITE
(Pertarungan Dua Langkah)
Metode ini dimulai dengan perintah “Yoi”. Kedua pasangan menggerakkan kaki kanan membentuk Hachiji-Dachi. Karateka yang menyerang pertama mengambil sikap gedan-barai mundur (kanan atau kiri sesuai dengan instruksi) dan memberitahukan kecepatan, tingkat dan tehnik dalam menyerang. Karateka Bertahan konsentrasi atau memikirkan tehnik yang akan digunakan dan memberitahukan karateka Penyerang dengan kata “Osh” Karateka Penyerang menetapkan wilayah sasaran dengan tehnik yang benar, sementara Karateka Bertahan melangkah mundur untuk menangkis dan diselesaikan dengan sebuah serangan balik. Serangan harus difokuskan pada target sasaran dengan semangat dan kontrol yang baik, menjamin bahwa melakukan tehnik dengan benar (jarak, pernafasan, dan kime). Karateka Bertahan harus memperlihatkan semangat dan konrol yang baik, menjamin pernafasan dan sikapnya benar dan harus Kime dalam menangkis sebelum melangkah kedepan untuk melakukan serangan balik.
TUJUAN
Mengajarkan Karateka untuk melatih tehnik pukulan, tendangan, serangan dan tangkisan dengan musuh, sambil bergerak maju dan mundur dan membantu meningkatkan ketepatan waktu, jarak dan kesadaran penuh. Keashi Ippon Kumite memperkenalkan karateka untuk berpikir kapan dia melakukan pertahanan dan melakukan penyerangan.
JIYU IPPON KUMITE
(Pertarungan Semi Bebas)
Metode ini dimulai setelah kedua pasangan memberikan hormat dan perintah “Yoi”. Karateka mengambil sikap mundur gedan-barai dan memperagakan posisi gaya bebas (Jiyu Kamai). Dalam posisi gaya bebas ini, karateka tidak boleh tegang, tetapi dalam pertahanan, siap dan dapat merubah sikap, posisi badan bergerak, maju atau mundur dan dapat mempertahankan diri mereka dari segala serangan dengan menggunakan lengan dan kaki untuk melakukan tangkisan dan serangan. Jarak harus lebih pendek dari sikap normal kedepan, dengan kaki belakang sedikit menekuk dan berat badan bertumpu diantara kaki depan dan belakang menyebabkan badan maju dan mundur jadi lebih mudah dan cepat, meluruskan kaki yang menekuk akan menambah kecepatan dan jarak pergerakan badan.
Tangan harus selalu diposisinya dimana akan melindungi atau menangkis serangan sambil melakukan pukulan atau serangan kepada musuh. Karateka yang bertahan berkonsentrasi atau memikirkan tehnik yang akan digunakan dan memberitahukannya dengan mengatakan “Osh”. Serangan harus difokuskan pada target sasaran dengan semangat dan control yang baik, memastikan bahwa tehnik telah dilakukan dengan benar (Sikap, pernafasan, dan kime). Karateka yang bertahan harus memperlihatkan semangat dan kontrol yang tinggi saat melakukan tangkisan, memastikan pernafasan dan sikap saat menangkis dilakukan dengan benar dan harus kime sebelum melakukan serangan balik.
TUJUAN
Memperkenalkan karateka dengan keadaan pertarungan yang lebih realistis, pergerakan badan yang lebih (Tai-sabaki). Memperkirakan Ma-ai (jarak), menggunakan tekukan kaki untuk memudahkan badan melakukan gerakan maju atau mundur dengan jarak yang lebih jauh, ketepatan waktu, dan Zanshin (penuh kesadaran dan control yang menyeluruh).
OKURI JIYU IPPON KUMITE
(Pertarungan Semi Bebas Dua Langkah)
Metode ini sama dengan Jiyu Ippon, masing-masing karateka memulai dengan Kamai dan karateka pertama memberitahukan target sasaran atau tehnik yang akan digunakan. Karateka kedua memfokuskan pikiran tangkisan dan menyerang balik dengan menjawab “Osh”. Setelah karateka Bertahan melakukan tangkisan dan serangan balik, Karatek Penyerang melakukan serangan kedua tanpa memberitahukan target sasaran dan tehnik yang dia gunakan. Karateka penyerang harus memilih target sasaran dan tehnik yang sesuai dengan kesempatan terbaik dan mengarahkan Karateka Bertahan kedalam posisi yang sangat tidak menguntungkan, membuat pertahanan menjadi sulit dilakukan. Karateka Bertahan melakukan tangkisan yang tepat dan serangan balik, menarik kembali setelah serangan balik untuk kamai dan membangun kembali Zanshin (Kesadaran penuh). Karateka harus memperlihatkan semangat dan kontrol yang baik, memastikan pernafasan dan sikap dilakukan dengan benar dan kime di setiap tehnik yang dilakukan.
TUJUAN
Okuri-Jiyu Ippon Kumite adalah langkah pertama dalam pertarungan gaya bebas. Karateka dilatih untuk melihat keuntungan, pembukaan sebuah serangan, bertahan dari serangan yang tidak diharapkan, melihat posisi terbaik setelah bertahan untuk melakukan serangan balik. Zanshin.
JIYU KUMITE
(Pertarungan Gaya Bebas)
Pada dasarnya hanya dapat dilakukan oleh karateka yang memiliki pengetahuan Kihon yang baik, Ma-ai (jarak), ketepatan waktu, koordinasi, dan yang lebih penting kontrol yang baik. Gaya Bebas hanya dilakukan dengan pengarahan yang ketat dan di dalam peraturan dan pengawasan yang tegas. Wasit harus menjelaskan peraturan dan perintah-perintah yang akan dia gunakan dalam memulai dan mengakhiri serangan, dan akan menanyakan kepada kedua karateka apakah mereka mengerti. Wasit akan menjelaskan bahwa tidak ada kontak fisik dan keduanya harus mendengar perintahnya dan patuh. Karateka memberi hormat kepada wasit dan kepada karateka yang menjadi lawannya dengan perintah Kamai. Ketika wasit memerintahkan Hajime (mulai) kedua karateka bergerak untuk menemukan posisi terbaik untuk menyerang, sambil melindungi diri dari serangan mendadak dari musuh. Semangat yang baik harus diperlihatkan selama pertarungan, berteriak “KIAI” setiap melakukan tehnik menyerang dan melakukan semua tehnik dengan benar, memberikan perhatian kepada pernafasan, jarak, ketepatan waktu dan Kime.
TUJUAN
Untuk meningkatkan kontrol, tehnik, ketepatan waktu, konsentrasi dan kesadaran penuh dibawah tekanan pertarungan sesungguhnya. Sekarang dengan lebih banyak latihan, semua tehnik akan menjadi gerakan refleks (motor responses). Dalam tehnik bertahan atau menyerang akan terjadi tanpa harus kita pikirkan. Bangsa China dan Bangsa Jepang menyebut pernyataan ini dengan “No Mind”.
Gelora Teater yang ditaja Dewan
Kesenian Riau (DKR). SMA PGRI Tembilahan mengirimkan 4 film untuk di ikut sertakan dalam lomba tersebut, film tersebut adalah kreatifitas siswa sendiri. sebetulnya film tersebut tidak di niatkan untuk ikut dalam lomba, melainkan hanya sebagai tugas pengambilan nilai senibudaya. tetapi tidak ada salahnya untuk mencoba mengikut sertakan ke dalam lomba tersebut. dan teryata mendapat juara. Dari 4 film yang di kirimkan, 3 di antaranya mendapat peringkat
.
hal ini juga tidak terlepas dari pendidikan yang di terima pemain film selama belajar di SMA PGRI Tembilahan. karena kebanyakan dari para pemain film adalah anak sanggar lebur SMA PGRI Tembilahan. yang sudah terbina untuk berekting dan bersandiwara. film anak SMA PGRI Tembilahan mewakili kabupaten indragiri hilir dalam lomba ini. dan sangat di sayangkan karena pemerintah kabupaten indragiri hilir tidak memberikan apresiasi terhadap apa yang telah di raih anak- anak SMA PGRI tembilahan yang telah mengharumkan nama indragiri hilir di kanca riau.
pemenang
Festival Film Pendek DKR 2013 adalah penyaji terbaik 1 dengan judul film 05:30
PM karya Indragiri Hilir, penyaji terbaik 2 dengan judul
film Doa Ibu produksi Siak dan penyaji terbaik 3 dengan judul film Dukun
Kampus karya FIB Unilak Pekanbaru. Sedangkan untuk3 penyaji harapan non
rangking adalah. Di bawah Khatulistiwa. Produksi Indragiri
Hilir, dan Caleg Gagal produksi Kuansing serta film What Happen
dari Indragiri Hilir.
Salah seorang juri Gelora
Teater, Prof Dr H Yudiaryani,MA menyebutkan keseriusan dan semangat
peserta menggarap pertunjukan belum berimbang dengan hasil yang diharapkan
secara optimal. Masih banyak hukum dan prinsip-prinsip pemanggungan belum
dipahami oleh hampir seluruh peserta lomba.
Ketua Umum Dewan Kesenian Riau,
Kazzaini Ks ketika ditemui usai pengumuman menyatakan kegiatan ini memanglah
menjadi agenda tahunan Dewan Kesenian Riau. Dalam kesempatan itu beliau
mengucapkan syabbas dan selamat kepada para pemenang dan kepada yang kalah
jangan pula berkecil hati karena hakikat seni sesungguhnya tidaklah pada menang
dan kalah tapi prosesnya.
Trailer filmnya bisa di lihat di sini
Itu terbukti karena dari 4 film yang di ikut lombakan, 3 diantaranya mendapat posisi teratas. Gelora Teater yang ditaja Dewan Kesenian Riau (DKR), berakhir dan penyaji terbaik 1 Dewan Kesenian Indragiri Hulu dengn judul naskah Dang Gedunai.
Sedangkan penyaji terbaik 2 dengan judul naskah Dokter Gadungan
Teater Senja, Pekanbaru. Penyaji terbaik 3 dengan judul naskah Sang
Mandor dari Dewan Kesenian Indragiri Hilir.
Penyaji harapan non peringkat, judul naskah Makan dari grup RT9113
Indragiri Hulu. Kemudian nomor undian 03, judul naskah Ceki dari Blacan
Art Comonity Pekanbaru dan nomor undian 09, judul naskah Pangeran Sampu
dari Pengat Production Siak.
Sedangkan sutradara terbaik diperoleh Salimi Yusuf, judul naskah Dang
Gedunai Indragiri Hulu, Penata artistik terbaik adalah Ridho, naskah
Makan dari Indragiri Hulu. Sementara itu, pemeran utama pria dan
wanita terbaik adalah Ahmad Husaini dan Ramona Rahman dari naskah Sang
Mandor Indragiri Hilir. Untuk pemeran pembantu pria terbaik adalah
Muhammad Rizky Dewa Putra dalam naskah Dang Gedunai sedangkan pemeran
pembantu wanita terbaik adalah Ida Nuyani dari naskah Dokter Gadungan
Pekanbaru.
Sementara itu pemenang Festival Film Pendek DKR 2013 adalah penyaji
terbaik 1 dengan judul film 05:30 PM karya Indragiri Hilir, penyaji
terbaik 2 dengan judul film Doa Ibu produksi Siak dan penyaji terbaik 3
dengan judul film Dukun Kampus karya FIB Unilak Pekanbaru. Sedangkan
untuk3 penyaji harapan non rangking adalah. Di bawah Khatulistiwa.
Produksi Indragiri Hilir, dan Caleg Gagal produksi Kuansing serta film
What Happen dari Indragiri Hilir.
Salah seorang juri Gelora Teater, Prof Dr H Yudiaryani,MA
menyebutkan keseriusan dan semangat peserta menggarap pertunjukan belum
berimbang dengan hasil yang diharapkan secara optimal. Masih banyak
hukum dan prinsip-prinsip pemanggungan belum dipahami oleh hampir
seluruh peserta lomba.
Ketua Umum Dewan Kesenian Riau, Kazzaini Ks ketika ditemui usai
pengumuman menyatakan kegiatan ini memanglah menjadi agenda tahunan
Dewan Kesenian Riau. Dalam kesempatan itu beliau mengucapkan syabbas dan
selamat kepada para pemenang dan kepada yang kalah jangan pula berkecil
hati karena hakikat seni sesungguhnya tidaklah pada menang dan kalah
tapi prosesnya. (Mon)
sumber : http://www.riaukepri.com
SMA PGRI Taja LKDS SMP dan SMA se-Tembilahan
Digelar Latihan Kepemimpinan Dasar Siswa atau LKDS tingkat SMP dan SMA sederajat se-Tembilahan. Kegiatan tersebut tajaan SMA PGRI.
Riauterkini-TEMBILAHAN-Dalam rangka memberikan pengetahuan dan wawasan kepemimpinan dikalangan siswa, SMA PGRI Tembilahan menaja Latihan Kepemimpinan Dasar Siswa (LKDS) bagi pengurus OSIS SMP dan SMA se Kecamatan Tembilahan.
Kegiatan yang digelar selama dua hari, Sabtu-Ahad (23-24/11/13) lalu ini diikuti sebanyak 70 orang pelajar tingkat SMP dan SMA Tembilahan. Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Kepala SMA PGRI, Yaswar Aprilian, SE, MM.
Yaswar menyampaikan kegiatan untuk memberikan bekal pengetahuan kepada pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) agar mampu memanajemen oraganisasinya dengan baik.
Dalam kegiatan ini peserta mendapatkan materi teknik pengadministrasian, manajemen organisasi, tugas dan kewajiban osis, teknik persidangan, protokoler, motivasi belajar dan out bond yang diisi oleh pemateri dari dosen UNISI Tembilahan.
"Pengurus OSIS jangan hanya sekedar label saja tapi tidak memahami tugas dan tanggungjawabnya. Diharapkan, dengan pelatihan kepemimpinan ini ketua dan pengurus OSIS SMP dan SMA di Tembilahan memiliki bekal untuk menjalankan tugasnya dengan baik," ujar Yaswar.***(mar)
sumber : riauterkini.com
Digelar Latihan Kepemimpinan Dasar Siswa atau LKDS tingkat SMP dan SMA sederajat se-Tembilahan. Kegiatan tersebut tajaan SMA PGRI.
Riauterkini-TEMBILAHAN-Dalam rangka memberikan pengetahuan dan wawasan kepemimpinan dikalangan siswa, SMA PGRI Tembilahan menaja Latihan Kepemimpinan Dasar Siswa (LKDS) bagi pengurus OSIS SMP dan SMA se Kecamatan Tembilahan.
Kegiatan yang digelar selama dua hari, Sabtu-Ahad (23-24/11/13) lalu ini diikuti sebanyak 70 orang pelajar tingkat SMP dan SMA Tembilahan. Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Kepala SMA PGRI, Yaswar Aprilian, SE, MM.
Yaswar menyampaikan kegiatan untuk memberikan bekal pengetahuan kepada pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) agar mampu memanajemen oraganisasinya dengan baik.
Dalam kegiatan ini peserta mendapatkan materi teknik pengadministrasian, manajemen organisasi, tugas dan kewajiban osis, teknik persidangan, protokoler, motivasi belajar dan out bond yang diisi oleh pemateri dari dosen UNISI Tembilahan.
"Pengurus OSIS jangan hanya sekedar label saja tapi tidak memahami tugas dan tanggungjawabnya. Diharapkan, dengan pelatihan kepemimpinan ini ketua dan pengurus OSIS SMP dan SMA di Tembilahan memiliki bekal untuk menjalankan tugasnya dengan baik," ujar Yaswar.***(mar)
sumber : riauterkini.com
UN 2014 Dilaksanakan Bulan April
Pusat Ujian Nasional 2014:
Wakil Menteri Pendidikan Musliar Kasim menyatakan Ujian Nasional 2014
direncanakan berlangsung pada April tahun depan. Berdasarkan rapat
dengan Badan Standarisasi Nasional Pendidikan, UN SMA diperkirakan jatuh
pada pekan ketiga April.
"BSNP mengusulkan agar UN SMA dilaksanakan pada tanggal 22 April," ujar Musliar kepada Tempo, Rabu, 16 Oktober 2013. Ujian untuk tingkat SMP diperkirakan akan jatuh dua pekan setelah UN SMA.
"Kami butuh waktu lebih banyak dari sebelumnya untuk memastikan persiapan ujian," kata Musliar. Jeda dua pekan ini kata Musliar lebih panjang dibandingkan pelaksanaan UN tahun sebelumnya.
Usulan tanggal pelaksanaan UN itu bakal disampaikan pada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh. "Jadi tanggal ini masih dikaji, dan belum pasti."
Dia berharap kisruh UN 2013 tidak terulang tahun depan. "Kami ingin pelaksanaan UN diperbaiki," ujar Musliar.
Sebelumnya, Sekertaris Badan Standarisasi Nasional Pendidikan Ramli Zakaria menyatakan adanya perubahan istilah terhadap ujian nasional Sekolah Dasar 2014. Pelaksanaan ujian tingkat SD tahun depan bakal dilepaskan dari wewenang BSNP.
"Untuk SD, namanya tidak lagi ujian nasional, nanti kementerian yang memutuskan namanya," ujar Ramli kepada Tempo, Selasa, 16 Oktober 2013. Dia menjelaskan, ujian akhir bagi SD akan tetap diadakan namun tidak lagi dilaksanakan oleh BSNP.
"Untuk ujian SD dikeluarkan dari wewenang BSNP, sedangkan UN SMP dan SMA tetap dilaksanakan," ujar Ramli. Pelaksanaan ujian bagi sekolah dasar nantinya bakal diserahkan pelaksanaannya ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (Tempo)
"BSNP mengusulkan agar UN SMA dilaksanakan pada tanggal 22 April," ujar Musliar kepada Tempo, Rabu, 16 Oktober 2013. Ujian untuk tingkat SMP diperkirakan akan jatuh dua pekan setelah UN SMA.
"Kami butuh waktu lebih banyak dari sebelumnya untuk memastikan persiapan ujian," kata Musliar. Jeda dua pekan ini kata Musliar lebih panjang dibandingkan pelaksanaan UN tahun sebelumnya.
Usulan tanggal pelaksanaan UN itu bakal disampaikan pada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh. "Jadi tanggal ini masih dikaji, dan belum pasti."
Dia berharap kisruh UN 2013 tidak terulang tahun depan. "Kami ingin pelaksanaan UN diperbaiki," ujar Musliar.
Sebelumnya, Sekertaris Badan Standarisasi Nasional Pendidikan Ramli Zakaria menyatakan adanya perubahan istilah terhadap ujian nasional Sekolah Dasar 2014. Pelaksanaan ujian tingkat SD tahun depan bakal dilepaskan dari wewenang BSNP.
"Untuk SD, namanya tidak lagi ujian nasional, nanti kementerian yang memutuskan namanya," ujar Ramli kepada Tempo, Selasa, 16 Oktober 2013. Dia menjelaskan, ujian akhir bagi SD akan tetap diadakan namun tidak lagi dilaksanakan oleh BSNP.
"Untuk ujian SD dikeluarkan dari wewenang BSNP, sedangkan UN SMP dan SMA tetap dilaksanakan," ujar Ramli. Pelaksanaan ujian bagi sekolah dasar nantinya bakal diserahkan pelaksanaannya ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (Tempo)
Sumber : www.pusat-ujiannasional.com
Menurut UU RI No 14 tahun 2005,pasal 1, ayat (1).
Guru adalah pendidik propesional dengan tugas utama mendidik, mengajar,
membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi perserta didik pada
pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan
pendidikan menengah. Untuk menjadi seorang guru harus dari hati, bukan materi
ataupun uang yang harus di kejar, yang harus di kejar adalah penguasaan iptek,
produktivitas, dan daya saing dan akhirnya “ jam kerja”. Memang uang penting
tetapi tidak terlalu menentukan, yang menentukan adalah daya saing. Jika daya
saing rendah, uang akan pergi, namun jika daya saing tinggi, uang akan
datang.(B.J Habibie). Adapun kode etik menjadi guru Indonesia menurut kongres
PGRI XVI, Jakarta, 3-8 juli 1989 adalah:
1.
Guru berbakti
membimbing perserta didik untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang
berjiwa pancasila.
2.
Guru memiliki
dan melaksanakan kejujuran professional
3.
Guru berusaha
memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan
dan pembinaan.
4.
Guru menciptakan
suasana sekolah sebaik-baiknya yang menunjang keberhasilanya proses belajar
menghajar.
5.
Guru memelihara
hubungan baik dengan orang tua murid dan masyarakat sekitarnaya untuk membina
peran serta dan rasa tanggung jawab bersama terhadap pendidikan.
6.
Guru secara
pribadi dan bersama-sama, mengembangkan dan meningkatkan metu dan martabat
profesinya.
Berdasarkan
kode etik di atas untuk menjadi seorang guru, harus rela mengorbankan jiwa dan
raganya demi kemajuan sember daya manusia Indonesia. Menjadikan mengajar no 1,
dari pada gaji menjadi seorang guru. Menjadi seorang guru harus profesional.
Yaitu seorang guru harus benar-benar menguasai segenap seluk beluk yang
terdapat di dalam bidang kerjanya. Melakukam perkerjaanya bukan hanya sekedar
untuk mencari nafkah lahiriah, tetapi di dorong oleh cinta, kesetiaan, dan
tanggung jawab. Segala perkerjaanya di lakukan untuk seseatu yang mulia,
sesuatu yang luhur, dan seseuatu yang sejati. (Andrias Harefa). Seorang professional
selalu berikhtiar untuk menampilkan kinerja terbaik dalam bidang yang di
tekuninya. Dia melakukanya karena hakikat profesinya itu memang ingin mencapai
suatu kesempurnaan nyata. Jika tidak, maka dia sesungguhnya melakukan bunuh
diri profesi. Seorang professional selalu di motivasi oleh keinginan mulia berbuat baik bagi
masyarakat, bangsa dan Negara. Menjadi
guru propesional itu mudah sekali, mulailah dari hati, sekali ya tetap ya,
sekali tidak tetap tidak, kalau antara ya dan tidak jadinya, macam ya tak ya
lah..!.(firdaus LN). Apabila guru tidak memiliki sikap professional seperti
yang di atas maka akan rentan terkena penyakit ini:
- Tipes : tidak punya selera
- Mual : mutu amat lemah
- Kudis : kurang disiplin
- Asma : asal masuk kelas
- Kusta : kurang strategi
- Tbc : tidak bisa computer
- Kram : kurang terampil
- Asam urat : asal sampaikan materi urutan kurang akurat
- Lesu : lemah sumber
- Diare : di kelas anak-anak remehkan
- Ginjal : gajinya nihil jarang aktif dan terlambat
Penyakit-penyakit
di atas banyak di derita orang guru zaman sekarang yang kurang professional
dalam mengajar, ia hanya menjadikan mengajar sebagai profesi untuk mencari uang
bukan untuk mencerdakan/meningkatkan sumber daya manusia. Untuk itu etos kerja
guru harus di perbaiki dengan cara, Saat berkerja hayatilah bahwa perkerjaanmu
adalah rahmat, karena itu berkerjalah dengan hati yang tulus penuh rasa syukur.
Ingatlah bahwa perkerjaanmu adalah amanah, karena itu berkerjalah dengan penuh
tanggung jawab. Hayatilah perkerjaanmu sebagai panggilan, karena itu
berkerjalah sampai tuntas penuh integritas. Padanglah perkerjaanmu sebagai
aktualisasi diri, karena itu berkerja keraslah penuh semangat. Persembahkanlah
perkerjaanmu sebagai ibadah, sebab itu berkerjalah dengan serius penuh
pengabdian. Lakonilah perkerjaanmu sebagai seni, sebab itu berkerjalah dengan
cerdas penuh kreatifitas. Sadarilah bahwa perkerjaanmu adalah kehormatanmu,
sebab itu berkerjalah dengan unggul penuh ketekunan. Sajikanlah perkerjaanmu
sebagai pelayanan, sebab itu berkerjalah dengan sungguh penuh kerendahan hati. Dimana
pun anda bertugas menjadi guru, lakukan apa yang engkau bisa, dengan apa yang
kau punya, di mana pun kau berada.(Theodore Roosevelt).
Untuk menjadi seorang guru yang di idam-idamkan
murid-muridnya adalah mampu memimpin murid-muridnya menjelajahi tempat-tempat
baru yang bahkan belum pernah di datangi sang pendidik.(Thomas groome). Ketika saat memberikan materi pelajaran pada peserta
didik, bukan hanya terfokus pada materi pelajar itu saja, melaikan hubungkanlah
materi satu dengan materi lainnya sebagai bahan tambahan agar perserta didik
tidak bosan. Karena sepintar apapun murid, sepandai apapun murid, serajin
apapun murid, tetapi kalau hanya menyampaikan materi secara monoton. Murid akan
merasa bosan, kalau sudah bosan materi yang anda berikan tidak melekat pada
perserta didik. Dalam mendidik, guru harus tegas. Guru harus bisa menghipnotis
muridnya saat menyampaikan belajar,sehingga muridnya bisa mengikuti alur apa
yang guru sampaikan. Menghipnotis ini bukan berarti menghipnotis seperti uya
kuya , yang membuat orang tidur. Menghipnotisnya dengan cara bicara kita,
dengan cara bicara yang baik, pembicaraan itu akan masuk kedalam alam bawah
sadar si murid, sehingga si murid dengan responsnya mengikuti alur yang anda
berikan . apabila guru bisa seperti itu, maka anda akan menjadi guru favorit
dan akan di tunggu-tunggu kedatanganya oleh perserta didik.
Hanya itu saja pemahaman saya tentang guru idaman,
saya sangat berterima kasih kepada prof. dr. firdaus L.N., M.Si. karena berkat
buku yang berjudul “ powerful the points of guru” saya bisa menulis sedikit
pemahaman tentang guru idaman ini. Pesan terakhir untuk anda yang ingin menjadi
guru “piker-pikirlah dulu, biar betul-betul, jangan main-main, kalau ya,
katakana ya, jangan tidak tidak, nak ke tak nak?. Kalau nak, buat sampai
jadi.(firdaus LN). karena guru adalah pahlawan, untuk menjadi seorang pahlawan
harus dari hati, dan rela berkorban demi kemajuan sumber daya manusia.
Ingat-ingat tanaman delima
Buahnya ranum merah isinya
Ingat-ingat pesan hamba
Ternak adalah
sebagai subjek dalam usaha peternakan. Peternak menjadi manejer bagi Sumber
Daya Peternakan lainnya, keberhasilan usaha ternak sapi potong ditentukan oleh
sedikit banyaknya oleh kemampuan peternakan dalam mengelola usahanya. Oleh
karena itu, pengembangan Sumber Daya Manusia menjadi sangat penting bagi usaha
peternakan untuk dapat bersaing dengan usaha lainnya.
Namun masyarakat yang berternak tidak pernah diperhatikan
pemerintah setempat untuk mengadakan pelatihan beternak yang baik, para
peternak hanya melaksanakan usaha ini sebatas ilmu beternak yang mereka miliki
tanpa ada tambahan ilmu peternakan yang sebenarnya. Padahal sumber daya manusia
merupakan hal penting yang perlu diperhatikan dalam pembangunan peternakan,
karena sumber daya manusia tidak hanya sekedar faktor produksi melainkan lebih
penting lagi yaitu pelaku langsung dari pembangunan peternakan.
Mayoritas masyarakat rata-rata yang berprofesi sebagai petani karena
terkendala pada pendidikan mereka yang kebanyakan hanya lulusan SMA saja,
sehingga mereka harus memilih pekerjaan yang lebih mengandalkan tenaga dan
menitik beratkan pada kekerasan, dan beternak hanya dijadikan sebagai usaha
sampingan mereka, padahal jika kualitas sumber daya manusianya diperbaiki dengan
pelatihan-pelatihan peternakan atau sosialisasi dari lembaga-lembaga terkait
mereka akan lebih mengerti tentang ilmu beternak. Faktor utama kurangnya ilmu
beternak masyarakat karena terkendala pada latar
belakang pendidikan mereka. Peningkatan kualitas sumberdaya manusia sebagai
pelaksana pembangunan atau sering dikatakan sebagai pengembangan sumber daya
manusia, pada dasarnya dapat dilakukan mulai dari program keluarga berencana
dan pembinaan keluarga, perbaikan gizi dan kesehatan, latihan kerja dan lingkungan
masyarakat, dimana peningkatan kualitas masyarakat sebagai salah satu tujuan
akhir pembangunan itu sendiri.
Usaha apapun harus ada faktor-faktor yang bisa
mempermudah terlaksananya pengembangan kearah yang lebih maju. Namun, perlu
disadari pula bahwa disamping banyak faktor penunjang terkadang disisi lain
para peternak dihadapkan dengan adanya berbagai faktor pembatas yang menghambat
produktivitas dan pengembangan ternak sapi.
1.
Faktor Pendorong
Ada beberapa segi yang banyak menunjang pengembangan
ternak sapi, antara lain sebagai berikut:
a) Penyediaan pakan
· Adanya penyediaan lahan
sungguh sangat menunjang pengembangan ternak sapi. Sapi sebagai salah satu
hewan ruminansia membutuhkan volume pakan berupa rumput atau hijauan yang
cukup, baik langsung maupun tidak langsung berupa lapangan pengembalaan atau
rumput potongan. Untuk merealisasikan kebutuhan hijauan ini hanya mungkin
apabila tersedia areal yang cukup luas.
· Adanya penyediaan pakan
penguat dari hasil ikutan pertanian dan dari pabrik-pabrik seperti ampas tahu,
bungkil kelapa, bungkil kacang tanah, dan sebagainya.
· Adanya toko-toko pakan ternak
dan obat-obatan yang siap melayani para peternak sepanjang waktu.
b) Pemasaran yang memadai
Produksi daging dari usaha peternakan sapi akan cepat
maju apabila pemasaran berjalan cukup pesat. Adanya kemajuan ilmu pengetahuan,
peningkatan taraf hidup masyarakat, dan peningkatan pendidikan secara tidak
langsung akan membawa pengaruh baik terhadap perubahan menu makanan yang banyak
mengandung protein. Hal ini berarti kebutuhan atau permintaan daging, khususnya
daging sapi akan meningkat.
c) Iklim yang sesuai
Faktor iklim setempat tidak bisa dipisahkan dengan usaha
pengembangan peternakan sapi. Sebab iklim yang meliputi keadaan suhu, curah
hujan, kelembapan, tekanan dan gerakan udara, serta cahaya yang tidak sesuai
bagi kehidupan sapi merupakan beban berat bagi hewan.
Miasalkan iklim yang terlalu kering menyebabkan rumput
tidak bisa tumbuh subur, kulit ternak bisa terbakar, energi terlalu banyak
keluar, dan lain sebagainya. Akibatnya sapi tidak bisa mendapat makanan cukup.
Konversi pakannya rendah dan tidak efisien. Adanya suhu udara yang tinggi akan
memperlambat metabolisme (pertukaran gizi).
d) Bermanfaat luas dan bernilai
ekonomis
Ternak sapi berkemanfaatan lebih luas dan bernilai
ekonomis lebih besar dari pada ternak lain. Usaha ternak sapi merupakan usaha
yang lebih menarik sehingga mudah merangsang pertumbuhan usaha. Contoh di bawah
ini memperlihatkan kemanfaatan sapi yang luas dan nilai ekonominya tinggi.
· Mutu dan harga daging atau
kulit menduduki peringkat atas bila dibanding daging atau kulit hewan yang
lain.
· Sapi merupakan salah satu
sumber budaya masyarakat, misalnya sapi untuk keperluan sesaji, sebagai ternak
karapan, di Madura, dan sebagai ukuran martabat manusia dalam masyarakat
(social standing).
· Sapi sebagai tabungan para
petani. Para petani di desa-desa pada umumnya telah terbiasa bahwa pada
saat-saat panen mereka menjual hasil panenan , kemudian membeli beberapa ekor
sapi. Sapi-sapi tersebut pada masa paceklik atau pada saat-saat petani
membutuhkan uang untuk berbagai keperluan bsa dijual lagi.
· Hasil ikutannya masih berguna,
seperti kotoran bagi usaha pertanian, tulang-tulang bisa digiling untuk tepung
tulang sebagai bahan baku mineral atau dibuat lem, darah bisa
direbus,dikeringkan dan digiling menjadi tepung darah yang sangat bermanfaat
bagi hewan unggas dan lain-lainnya, serta kulit bisa dipergunakan dalam
berbagai maksud di bidang kesenian, pabrik dan lain-lain.
· Memberikan kesempatan kerja
Banyak usaha ternak sapi yang bisa dan mampu menampung
tenaga kerja cukup banyak sehingga bisa menghidupi banyak keluarga pula.
2.
Faktor penghambat
Disamping penunjang atau pendorong pengembangan usaha
peternakan sapi, ada juga faktor penghambat atau pembatasnya. Beberapa faktor
penghambat yang pada umumnya menjadi kendala dalam pengembangan usaha ternak
sapi antara lain sifat pemeliharaan yang masih tradisional dan terbatasnya
modal.
Umumnya para petani ternak didalam usaha pemeliharaan
ternak sapi masih tradisional. Mereka banyak menyerahkan kepada alam. Pengadaan
bibit, pemberian makanan, pemeliharaan atau lain sebagainya belum menggunakan
teknologo modern. Pemeliharaan sapi yang mereka lakukan hanyalah sebagai usaha
sampingan saja dari pertanian.
a) Pemasaran hasil yang kurang
menarik
Daging sebagai salah satu sumber makanan yang bermutu
tinggi belum memasyarakat keseluruh lapisan. Ini disebabkan karena adanya
hal-hal sebagai berikut:
· Masyarakat belum menyadari
pentingnya nilai gizi daging bagi kebutuhan tubuh. Mereka yang tahu akan
pentingnya nilai gizi itu persentasenya masih rendah dibanding jumlah penduduk.
· Masih berlakunya pemasaran
daging musiman, yakni pemasaran daging meningkat pesat pada hari-hari atau
bulan-bulan tertentu. Misalnya sekitar hari Lebaran, dan lain sebagainya.
Hari-hari seperti itu menyebabkan terjadinya pemasaran musiman yang terkadang
menyebabkan pasar cukup ramai ataupun terkadang pasar menjadi sangat sepi.
b) Iklim
Iklim tropis terkadang bisa menimbulkan kendala bagi pengembangan
ternak sapi yang produktif. Sebab suhu yang tinggi bisa menimbulkan gangguan
metabolisme. Akibatnya penimbunan daging menjadi lebih lambat. Demikian pula
terjadinya musim kemarau yang panjang akan mengganggu kontinuitas penyediaan
hijauan.
c) Terbatasnya fasilitas
Keterbatasan fasilitas bisa menghambat pengembangan
produksi sapi. Mengenai keterbatasan fasilitas yang pada umumnya menimbulkan
efek langsung terutama komunikasi. Komunikasi memegang peranan penting dalam
usaha peternakan sapi. Kesulitan komunikasi, terutama yang menyangkut
transportasi yang erat hubungannya dengan pengadaan pakan dan pemasaran yang
tidak lancar bisa melumpuhkan usaha.
Kondisi Tempat
Yang Mendukung Usaha Peternakan Sapi
1. Bangunan Kandang
Kandang sebagai tempat tinggal sapi sepanjang waktu harus
diperhatikan oleh peternak. Bangunan kandang sebagai salah satu faktor
lingkungan hidup, ternak harus bisa memberikan jaminan hidup yang sehat dan
nyaman, sesuai dengan tuntutan hidup mereka. Kandang yang dibangun harus bisa
menunjang peternak, baik dalam segi ekonomis maupun segi kemudahan dalam
pelayanan. Dengan demikian diharapkan bahwa dengan adanya bangunan kandang ini
sapi tidak berkeliaran disembarang tempat, dan kotorannya pun bisa dimanfaatkan
seefisien mungkin. Berbagai segi yang melatarbelakangi pembuatan kandang
diantaranya adalah :
a) Konstruksi
Agar ternak sapi yang tinggal didalam kandang merasa
nyaman, secara umum konstruksi kandang harus kuat, mudah dibersihkan,
bersikulasi udara baik. Selain itu ternak terlindungi dari pengaruh lingkungan
yang merugikan. Konstruksi ini meliputi arah kandang, ventilasi, atap, dinding,
dan lantai kandang.
b) Letak bangunan kandang
Penempatan bangunan kandang
sapi tidak bisa sembarangan. Perlu dipertimbangkan faktor-faktor penunjang yang
sekiranya menguntungkan dalam pengembangan lebih lanjut. Faktor-faktor
penunjang ini antara lain:
· Faktor ekonomis
· Sumber air
· Dekat dengan peternak
· Faktor higienis (kebersihan
lingkungan)
c) Alat perlengkapan kandang dan
pembersih
Perlengkapan kandang untuk
ternak sapi sangat sederhana. Perlengkapan kandang yang harus disediakan
terutama adalah tempat makan dan minum, sedangkan perlengkapan pembersihnya
meliputi sekop, sapu lidi, selang air, sikat, dan ember.
Mungkin hanya itu saja urayan cara berternak sapi yang baik. anda juga
dapat mendownload PROPOSAL PENELITIAN tentang Analisa Pengembangan
Usaha Masyarakat Dalam Bidang Peternakan Sapi di Pekan Arba
Tembilahan secara free di sini atau baca terlebih dulu di sini
oleh: m.hadi
oleh: m.hadi
Gallery
-
KESADARAN SISWA DALAM MENAATI PERATURAN SEKOLAH Yang menyebabkan siswa tidak menaati peraturan sekolah: Kurangnya kesadaran...
-
1. Istilah wirausaha berasal dari kata “wira” dan “usaha”. Kata “wira” berarti …. A. Semangat tinggi B. Berjiwa bes...
-
merokok di kalangan remaja 1.1 Sebab-sebab Perilaku Merokok 1. Pengertian Perilaku Merokok Rokok dibuat ...
-
Jawablah pertanyaan berikut ini dengan memilih a, b, c, d, atau e yang kamu anggap paling benar!!! 1. Dalam kehidupan seh...
-
1. Ana : I’m sure that sasha will be successful in this job. Hadi : Yes................. a. if she should wor...
-
Undang-undang memandang manusia sebagai satu elemen dari keseluruhan elemen lingkungan. Yang meskipun dari satu segi adalah sebagai objek, ...
-
Melalui perkataan orang dapat melihat harga diri anda, maka berhati-hatilah dalam berkata/berbicara, jangan menggunakan bahasa yang tid...
-
Naskah film” setetes embun dalam asa ” XII IPS 2 sma pgri tembilahan karya : Nurman ...
-
Sumber daya alam adalah segala sesuatu yang dapat diperoleh dari lingkungan untuk keperluan manusia. Beberapa sumber daya alam sepe...
-
SIKLUS HIDROLOGI Siklus hidrologi adalah suatu proses peredaran atau daur ulang air secara yang berurutan secara terus-...
