Advertisement

Latest News

Tampilkan postingan dengan label umum. Tampilkan semua postingan

Kumite merupakan bagian dari latihan karate yang mengajarkan karateka untuk mempraktekkan tehnik menyerang, bertahan dan menyerang balik dengan sungguh-sungguh tetapi dengan keamanan tinggi. Kumite adalah bagian karate yang merupakan hal baru, pada saat Bapak Karate Gichin Funakoshi hidup, tidak ada latihan kumite, yang beliau ajarkan terbatas hanya Kihon dan KATA. Setelah Beliau wafat dan anaknya mengajarkan karate, dan ketika karate mulai diajarkan di sejumlah universitas di Jepang, mulailah Kumite dan Kompetisi menjadi popular. Merupakan kesalahan besar jika kita menganggap latihan kumite diatas segalanya, Masatoshi Nakayama, DAN IX, mengatakan bahwa didalam KATA kita telah berlatih dengan musuh yang dibayangkan, hanya gerakan tubuh dan menggunakan lebar jarak dalam tehnik menyerang dan menangkis.

Kumite akan mengingatkan kita pada hal-hal yang kecil tetapi merupakan hal penting yang terkandung dalam karate. Oleh karena itu tanpa pengusaan Kihon dan Kata yang baik, kita tidak akan dapat melakukan Kumite dengan baik. Jika tehnik karate digunakan dengan paksaan atau tidak natural atau dengan jalan kekuatan, tubuh akan menjadi rusak dan jika tehnik KATA menjadi rusak ketika diaplikasikan, maka latihan Kumite tidak akan mencapai tujuannya. Dengan kata lain, pengembangan latihan Kumite berhubungan secara langsung dengan pengembangan dalam KATA. Keduanya berjalan bersama-sama seperti tangan yang memakai sarung tangan. Etika dan sikap hormat kepada pasangan latihan kumite harus diperlihatkan selama melakukan praktek kumite. Ketka latihan Kihon (dasar) di Dojo, karateka harus melangkah kedepan dengan kecepatan dan tenaga, teriakan “KIAI” memperlihatkan semangat yang baik. Ketikan berlatih Kumite di Dojo, karateka melakukan gerakan melangkah kebelakang untuk memperlihatkan sikap hormat dan terimakasih kepada pasangan yang telah membantunya dalam latihan mereka. Latihan kumite dimulai dan diakhiri oleh masing-masing pasangan dengan sikap Musubi-Dachi (sikap berdiri, tumit menyentuh lantai dan ujung kaki membentuk sudut 45°, tangan terbuka dan menyentuh bagian luar paha berhadap-hadapan dan saling memberi hormat (membungkukkan badan).
                                                 MACAM-MACAM KUMITE

KIHON IPPON KUMITE
(Pertarungan Dasar Satu Langkah)

Metode ini dimulai dengan perintah “Yoi” (siap), kedua pasangan menggerakkan kaki kanan, bergerak hingga membentuk sikap Hachiji-Dachi (kaki tebuka, jarak antara tumit selebar bahu, ujung kaki membentuk sudut 45º). Karateka yang menyerang pertama mengambil sikap Gedan-barai langkah belakang (kanan atau kiri, sesuai instruksi) dan memberitahukan kecepatan, tingkat dan tehnik serangan. Karateka yang bertahan konsentrasi atau memikirkan tehnik tangkisan yang akan digunakan dan memberitahukan kepada karateka penyerang dengan kata “Osh” Karateka Penyerang harus memfokuskan serangan kepada target yang telah ditentukan dengan semangat dan kontrol yang baik, menjamin bahwa tehnik telah dilakukan dengan baik (sikap, pernafasan dan Kime). Karateka Bertahan harus memperlihatkan semangat dan kontrol yang baik, menjamin pernafasan dan sikap telah dilakukan dengan baik, dan harus Kime saat menangkis sebelum melakukan serangan balik. Kedua pasangan harus kembali pada posisi semula dan menyatakan Zansin (kesadaran penuh, kesiapan) hingga instruktur mengatakan “Yame” (stop) dan “Enyoi” (istirahat). Ketika latihan dengan pasangan, kita bertanggung jawab terhadap keselamatannya , kontrol yang baik harus selalu dilatih.

TUJUAN
Mengarahkan karateka untuk melatih tehnik pukulan, tendangan, serangan dan tangkisan dengan musuh dan merasakan melawan dengan tehnik karate ketika berhadapan langsung dengan orang lain. Mendemonstrasikan pentingnya latihan tehnik jarak, waktu, gerakan dan kime yang baik

GO-HON KUMITE
(Pertarungan Lima Langkah)

Metode ini dimulai seperti Ippon Kumite, tetapi karateka penyerang melakukan serangan lima langkah kedepan untuk mencapai wilayah sasaran/target, dan karateka bertahan melangkah mundur dan menangkis lima kali, setelah tangkisan kelima karateka bertahan melakukan serangan balik dengan Gyaku-zuki (berteriak “Kiai” ketika menyerang dengan kecepatan dan tenaga). Go-hon Kumite selalu dilatih lamban dengan hitungan, cepat dengan hitungan dan kemudian cepat dan penuh tenaga tanpa hitungan. Ketika latihan cepat dan penuh tenaga, karateka penyerang tidak harus bergerak kedepan dengan irama, tetapi dia harus merencanakan serangannya untuk dapat merusak pertahanan karateka bertahan. Karateka Bertahan dilarang bergerak mundur hingga serangan terjadi. Pada semua jenis Kumite, kedua pasangan harus konsentrasi penuh dan latihan dengan serius, sebab jika kehilangan konsentrasi akan menyebabkan kecelakaan.

TUJUAN
Tujuannya sama dengan Ippon Kumite. Kumite ini juga memberikan latihan kepada karateka dalam perubahan sikap, mengambil jarak sambil bergerak mundur dan mendemonstrasikan pentingnya sikap dan jarak yang baik disemua tehnik.

SANBON KUMITE
(Pertarungan Tiga Langkah)

Metode ini pada dasarnya sama dengan Go-hon Kumite, tetapi hanya tiga serangan. Sanbon Kumite juga dilatih mengunakan tiga tehnik serangan yang berbeda. Seperti Jodan, Chudan, dan Mae-geri or Jodan, Chudan dan Kekomi, dll. Karateka Bertahan harus melakukan tangkisan yang benar terhadap tehnik serangan yang digunakan dan serangan balik setelah tiga tangkisan.

TUJUAN
Tujuannya sama dengan Go-hon Kumite, tetapi dengan menambah tekanan dalam latihan dan tingkat tehnik serangan dan tangkisan yang sulit. Hal ini untuk membantu meningkatkan “Kemampuan Berfikir“, seperti reaksi, ingatan, konsentrasi, dan lain-lain.

KEASHI IPPON KUMITE
(Pertarungan Dua Langkah)

Metode ini dimulai dengan perintah “Yoi”. Kedua pasangan menggerakkan kaki kanan membentuk Hachiji-Dachi. Karateka yang menyerang pertama mengambil sikap gedan-barai mundur (kanan atau kiri sesuai dengan instruksi) dan memberitahukan kecepatan, tingkat dan tehnik dalam menyerang. Karateka Bertahan konsentrasi atau memikirkan tehnik yang akan digunakan dan memberitahukan karateka Penyerang dengan kata “Osh” Karateka Penyerang menetapkan wilayah sasaran dengan tehnik yang benar, sementara Karateka Bertahan melangkah mundur untuk menangkis dan diselesaikan dengan sebuah serangan balik. Serangan harus difokuskan pada target sasaran dengan semangat dan kontrol yang baik, menjamin bahwa melakukan tehnik dengan benar (jarak, pernafasan, dan kime). Karateka Bertahan harus memperlihatkan semangat dan konrol yang baik, menjamin pernafasan dan sikapnya benar dan harus Kime dalam menangkis sebelum melangkah kedepan untuk melakukan serangan balik.

TUJUAN
Mengajarkan Karateka untuk melatih tehnik pukulan, tendangan, serangan dan tangkisan dengan musuh, sambil bergerak maju dan mundur dan membantu meningkatkan ketepatan waktu, jarak dan kesadaran penuh. Keashi Ippon Kumite memperkenalkan karateka untuk berpikir kapan dia melakukan pertahanan dan melakukan penyerangan.

JIYU IPPON KUMITE
(Pertarungan Semi Bebas)

Metode ini dimulai setelah kedua pasangan memberikan hormat dan perintah “Yoi”. Karateka mengambil sikap mundur gedan-barai dan memperagakan posisi gaya bebas (Jiyu Kamai). Dalam posisi gaya bebas ini, karateka tidak boleh tegang, tetapi dalam pertahanan, siap dan dapat merubah sikap, posisi badan bergerak, maju atau mundur dan dapat mempertahankan diri mereka dari segala serangan dengan menggunakan lengan dan kaki untuk melakukan tangkisan dan serangan. Jarak harus lebih pendek dari sikap normal kedepan, dengan kaki belakang sedikit menekuk dan berat badan bertumpu diantara kaki depan dan belakang menyebabkan badan maju dan mundur jadi lebih mudah dan cepat, meluruskan kaki yang menekuk akan menambah kecepatan dan jarak pergerakan badan.

Tangan harus selalu diposisinya dimana akan melindungi atau menangkis serangan sambil melakukan pukulan atau serangan kepada musuh. Karateka yang bertahan berkonsentrasi atau memikirkan tehnik yang akan digunakan dan memberitahukannya dengan mengatakan “Osh”. Serangan harus difokuskan pada target sasaran dengan semangat dan control yang baik, memastikan bahwa tehnik telah dilakukan dengan benar (Sikap, pernafasan, dan kime). Karateka yang bertahan harus memperlihatkan semangat dan kontrol yang tinggi saat melakukan tangkisan, memastikan pernafasan dan sikap saat menangkis dilakukan dengan benar dan harus kime sebelum melakukan serangan balik.

TUJUAN
Memperkenalkan karateka dengan keadaan pertarungan yang lebih realistis, pergerakan badan yang lebih (Tai-sabaki). Memperkirakan Ma-ai (jarak), menggunakan tekukan kaki untuk memudahkan badan melakukan gerakan maju atau mundur dengan jarak yang lebih jauh, ketepatan waktu, dan Zanshin (penuh kesadaran dan control yang menyeluruh).

OKURI JIYU IPPON KUMITE
(Pertarungan Semi Bebas Dua Langkah)

Metode ini sama dengan Jiyu Ippon, masing-masing karateka memulai dengan Kamai dan karateka pertama memberitahukan target sasaran atau tehnik yang akan digunakan. Karateka kedua memfokuskan pikiran tangkisan dan menyerang balik dengan menjawab “Osh”. Setelah karateka Bertahan melakukan tangkisan dan serangan balik, Karatek Penyerang melakukan serangan kedua tanpa memberitahukan target sasaran dan tehnik yang dia gunakan. Karateka penyerang harus memilih target sasaran dan tehnik yang sesuai dengan kesempatan terbaik dan mengarahkan Karateka Bertahan kedalam posisi yang sangat tidak menguntungkan, membuat pertahanan menjadi sulit dilakukan. Karateka Bertahan melakukan tangkisan yang tepat dan serangan balik, menarik kembali setelah serangan balik untuk kamai dan membangun kembali Zanshin (Kesadaran penuh). Karateka harus memperlihatkan semangat dan kontrol yang baik, memastikan pernafasan dan sikap dilakukan dengan benar dan kime di setiap tehnik yang dilakukan.

TUJUAN
Okuri-Jiyu Ippon Kumite adalah langkah pertama dalam pertarungan gaya bebas. Karateka dilatih untuk melihat keuntungan, pembukaan sebuah serangan, bertahan dari serangan yang tidak diharapkan, melihat posisi terbaik setelah bertahan untuk melakukan serangan balik. Zanshin.

JIYU KUMITE
(Pertarungan Gaya Bebas)

Pada dasarnya hanya dapat dilakukan oleh karateka yang memiliki pengetahuan Kihon yang baik, Ma-ai (jarak), ketepatan waktu, koordinasi, dan yang lebih penting kontrol yang baik. Gaya Bebas hanya dilakukan dengan pengarahan yang ketat dan di dalam peraturan dan pengawasan yang tegas. Wasit harus menjelaskan peraturan dan perintah-perintah yang akan dia gunakan dalam memulai dan mengakhiri serangan, dan akan menanyakan kepada kedua karateka apakah mereka mengerti. Wasit akan menjelaskan bahwa tidak ada kontak fisik dan keduanya harus mendengar perintahnya dan patuh. Karateka memberi hormat kepada wasit dan kepada karateka yang menjadi lawannya dengan perintah Kamai. Ketika wasit memerintahkan Hajime (mulai) kedua karateka bergerak untuk menemukan posisi terbaik untuk menyerang, sambil melindungi diri dari serangan mendadak dari musuh. Semangat yang baik harus diperlihatkan selama pertarungan, berteriak “KIAI” setiap melakukan tehnik menyerang dan melakukan semua tehnik dengan benar, memberikan perhatian kepada pernafasan, jarak, ketepatan waktu dan Kime.

TUJUAN
Untuk meningkatkan kontrol, tehnik, ketepatan waktu, konsentrasi dan kesadaran penuh dibawah tekanan pertarungan sesungguhnya. Sekarang dengan lebih banyak latihan, semua tehnik akan menjadi gerakan refleks (motor responses). Dalam tehnik bertahan atau menyerang akan terjadi tanpa harus kita pikirkan. Bangsa China dan Bangsa Jepang menyebut pernyataan ini dengan “No Mind”.


       Gelora Teater yang ditaja Dewan Kesenian Riau (DKR). SMA PGRI Tembilahan mengirimkan 4 film untuk di ikut sertakan dalam lomba tersebut, film tersebut adalah kreatifitas siswa sendiri. sebetulnya film tersebut tidak di niatkan untuk ikut dalam lomba, melainkan hanya sebagai tugas pengambilan nilai senibudaya. tetapi tidak ada salahnya untuk mencoba mengikut sertakan ke dalam lomba tersebut. dan teryata mendapat juara. Dari 4 film yang di kirimkan, 3 di antaranya mendapat peringkat
.
       hal ini juga tidak terlepas dari pendidikan yang di terima pemain film selama belajar di SMA PGRI Tembilahan. karena kebanyakan dari para pemain film adalah anak sanggar lebur SMA PGRI Tembilahan. yang sudah terbina untuk berekting dan bersandiwara. film anak SMA PGRI Tembilahan mewakili kabupaten indragiri hilir dalam lomba ini. dan sangat di sayangkan karena pemerintah kabupaten indragiri hilir tidak memberikan apresiasi terhadap apa yang telah di raih anak- anak SMA PGRI tembilahan yang telah mengharumkan nama indragiri hilir di kanca riau.

        pemenang Festival Film Pendek DKR 2013 adalah penyaji terbaik 1 dengan judul film  05:30 PM karya Indragiri Hilir, penyaji terbaik 2 dengan judul film  Doa Ibu produksi Siak dan penyaji terbaik 3 dengan judul film Dukun Kampus karya FIB Unilak Pekanbaru. Sedangkan untuk3  penyaji harapan non rangking adalah. Di bawah Khatulistiwa. Produksi Indragiri Hilir, dan Caleg Gagal produksi  Kuansing serta film What Happen dari Indragiri Hilir.


        Salah seorang juri Gelora Teater, Prof Dr H Yudiaryani,MA  menyebutkan keseriusan dan semangat peserta menggarap pertunjukan belum berimbang dengan hasil yang diharapkan secara optimal. Masih banyak hukum dan prinsip-prinsip pemanggungan belum dipahami oleh hampir seluruh peserta lomba.
       Ketua Umum Dewan Kesenian Riau, Kazzaini Ks ketika ditemui usai pengumuman menyatakan kegiatan ini memanglah menjadi agenda tahunan Dewan Kesenian Riau. Dalam kesempatan itu beliau mengucapkan syabbas dan selamat kepada para pemenang dan kepada yang kalah jangan pula berkecil hati karena hakikat seni sesungguhnya tidaklah pada menang dan kalah tapi prosesnya. 
   


Itu terbukti karena dari 4 film yang di ikut lombakan, 3 diantaranya mendapat posisi teratas. Gelora Teater yang ditaja Dewan Kesenian Riau (DKR), berakhir dan penyaji terbaik 1 Dewan Kesenian Indragiri Hulu dengn judul naskah Dang Gedunai.

   Sedangkan penyaji terbaik 2 dengan judul naskah Dokter Gadungan Teater Senja, Pekanbaru. Penyaji terbaik 3 dengan judul naskah Sang Mandor dari Dewan Kesenian Indragiri Hilir.
Penyaji harapan non peringkat, judul naskah Makan dari grup RT9113 Indragiri Hulu. Kemudian nomor undian 03, judul naskah Ceki dari Blacan Art Comonity Pekanbaru dan nomor undian 09, judul naskah Pangeran Sampu dari Pengat Production Siak.

   Sedangkan sutradara terbaik diperoleh Salimi Yusuf, judul naskah Dang Gedunai Indragiri Hulu, Penata artistik terbaik adalah Ridho, naskah Makan dari  Indragiri Hulu. Sementara itu, pemeran utama pria dan wanita  terbaik adalah Ahmad Husaini dan Ramona Rahman dari naskah Sang Mandor Indragiri Hilir. Untuk pemeran pembantu pria terbaik adalah Muhammad Rizky Dewa Putra dalam naskah Dang Gedunai sedangkan pemeran pembantu wanita terbaik adalah Ida Nuyani dari naskah Dokter Gadungan Pekanbaru.

  Sementara itu pemenang Festival Film Pendek DKR 2013 adalah penyaji terbaik 1 dengan judul film  05:30 PM karya Indragiri Hilir, penyaji terbaik 2 dengan judul film  Doa Ibu produksi Siak dan penyaji terbaik 3 dengan judul film Dukun Kampus karya FIB Unilak Pekanbaru. Sedangkan untuk3  penyaji harapan non rangking adalah. Di bawah Khatulistiwa. Produksi Indragiri Hilir, dan Caleg Gagal produksi  Kuansing serta film What Happen dari Indragiri Hilir.

  Salah seorang juri Gelora Teater, Prof Dr H Yudiaryani,MA  menyebutkan keseriusan dan semangat peserta menggarap pertunjukan belum berimbang dengan hasil yang diharapkan secara optimal. Masih banyak hukum dan prinsip-prinsip pemanggungan belum dipahami oleh hampir seluruh peserta lomba.
Ketua Umum Dewan Kesenian Riau, Kazzaini Ks ketika ditemui usai pengumuman menyatakan kegiatan ini memanglah menjadi agenda tahunan Dewan Kesenian Riau. Dalam kesempatan itu beliau mengucapkan syabbas dan selamat kepada para pemenang dan kepada yang kalah jangan pula berkecil hati karena hakikat seni sesungguhnya tidaklah pada menang dan kalah tapi prosesnya. (Mon)

SMA PGRI Taja LKDS SMP dan SMA se-Tembilahan

Digelar Latihan Kepemimpinan Dasar Siswa atau LKDS tingkat SMP dan SMA sederajat se-Tembilahan. Kegiatan tersebut tajaan SMA PGRI.

Riauterkini-TEMBILAHAN-Dalam rangka memberikan pengetahuan dan wawasan kepemimpinan dikalangan siswa, SMA PGRI Tembilahan menaja Latihan Kepemimpinan Dasar Siswa (LKDS) bagi pengurus OSIS SMP dan SMA se Kecamatan Tembilahan.

Kegiatan yang digelar selama dua hari, Sabtu-Ahad (23-24/11/13) lalu ini diikuti sebanyak 70 orang pelajar tingkat SMP dan SMA Tembilahan. Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Kepala SMA PGRI, Yaswar Aprilian, SE, MM.

Yaswar menyampaikan kegiatan untuk memberikan bekal pengetahuan kepada pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) agar mampu memanajemen oraganisasinya dengan baik.

Dalam kegiatan ini peserta mendapatkan materi teknik pengadministrasian, manajemen organisasi, tugas dan kewajiban osis, teknik persidangan, protokoler, motivasi belajar dan out bond yang diisi oleh pemateri dari dosen UNISI Tembilahan.

"Pengurus OSIS jangan hanya sekedar label saja tapi tidak memahami tugas dan tanggungjawabnya. Diharapkan, dengan pelatihan kepemimpinan ini ketua dan pengurus OSIS SMP dan SMA di Tembilahan memiliki bekal untuk menjalankan tugasnya dengan baik," ujar Yaswar.***(mar)


sumber : riauterkini.com

UN 2014 Dilaksanakan Bulan April

Pusat Ujian Nasional 2014: Wakil Menteri Pendidikan Musliar Kasim menyatakan Ujian Nasional 2014 direncanakan berlangsung pada April tahun depan. Berdasarkan rapat dengan Badan Standarisasi Nasional Pendidikan, UN SMA diperkirakan jatuh pada pekan ketiga April.

"BSNP mengusulkan agar UN SMA dilaksanakan pada tanggal 22 April," ujar Musliar kepada Tempo, Rabu, 16 Oktober 2013. Ujian untuk tingkat SMP diperkirakan akan jatuh dua pekan setelah UN SMA.

"Kami butuh waktu lebih banyak dari sebelumnya untuk memastikan persiapan ujian," kata Musliar. Jeda dua pekan ini kata Musliar lebih panjang dibandingkan pelaksanaan UN tahun sebelumnya.

Usulan tanggal pelaksanaan UN itu bakal disampaikan pada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh. "Jadi tanggal ini masih dikaji, dan belum pasti."

Dia berharap kisruh UN 2013 tidak terulang tahun depan. "Kami ingin pelaksanaan UN diperbaiki," ujar Musliar.

Sebelumnya, Sekertaris Badan Standarisasi Nasional Pendidikan Ramli Zakaria menyatakan adanya perubahan istilah terhadap ujian nasional Sekolah Dasar 2014. Pelaksanaan ujian tingkat SD tahun depan bakal dilepaskan dari wewenang BSNP.

"Untuk SD, namanya tidak lagi ujian nasional, nanti kementerian yang memutuskan namanya," ujar Ramli kepada Tempo, Selasa, 16 Oktober 2013. Dia menjelaskan, ujian akhir bagi SD akan tetap diadakan namun tidak lagi dilaksanakan oleh BSNP.

"Untuk ujian SD dikeluarkan dari wewenang BSNP, sedangkan UN SMP dan SMA tetap dilaksanakan," ujar Ramli. Pelaksanaan ujian bagi sekolah dasar nantinya bakal diserahkan pelaksanaannya ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (Tempo)

Sumber : www.pusat-ujiannasional.com

  Menurut UU RI No 14 tahun 2005,pasal 1, ayat (1). Guru adalah pendidik propesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi perserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Untuk menjadi seorang guru harus dari hati, bukan materi ataupun uang yang harus di kejar, yang harus di kejar adalah penguasaan iptek, produktivitas, dan daya saing dan akhirnya “ jam kerja”. Memang uang penting tetapi tidak terlalu menentukan, yang menentukan adalah daya saing. Jika daya saing rendah, uang akan pergi, namun jika daya saing tinggi, uang akan datang.(B.J Habibie). Adapun kode etik menjadi guru Indonesia menurut kongres PGRI XVI, Jakarta, 3-8 juli 1989 adalah:

1.      Guru berbakti membimbing perserta didik untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa pancasila.
2.      Guru memiliki dan melaksanakan kejujuran professional
3.      Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan pembinaan.
4.      Guru menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya yang menunjang keberhasilanya proses belajar menghajar.
5.      Guru memelihara hubungan baik dengan orang tua murid dan masyarakat sekitarnaya untuk membina peran serta dan rasa tanggung jawab bersama terhadap pendidikan.
6.      Guru secara pribadi dan bersama-sama, mengembangkan dan meningkatkan metu dan martabat profesinya.

          Berdasarkan kode etik di atas untuk menjadi seorang guru, harus rela mengorbankan jiwa dan raganya demi kemajuan sember daya manusia Indonesia. Menjadikan mengajar no 1, dari pada gaji menjadi seorang guru. Menjadi seorang guru harus profesional. Yaitu seorang guru harus benar-benar menguasai segenap seluk beluk yang terdapat di dalam bidang kerjanya. Melakukam perkerjaanya bukan hanya sekedar untuk mencari nafkah lahiriah, tetapi di dorong oleh cinta, kesetiaan, dan tanggung jawab. Segala perkerjaanya di lakukan untuk seseatu yang mulia, sesuatu yang luhur, dan seseuatu yang sejati. (Andrias Harefa). Seorang professional selalu berikhtiar untuk menampilkan kinerja terbaik dalam bidang yang di tekuninya. Dia melakukanya karena hakikat profesinya itu memang ingin mencapai suatu kesempurnaan nyata. Jika tidak, maka dia sesungguhnya melakukan bunuh diri profesi. Seorang professional selalu di motivasi  oleh keinginan mulia berbuat baik bagi masyarakat, bangsa dan  Negara. Menjadi guru propesional itu mudah sekali, mulailah dari hati, sekali ya tetap ya, sekali tidak tetap tidak, kalau antara ya dan tidak jadinya, macam ya tak ya lah..!.(firdaus LN). Apabila guru tidak memiliki sikap professional seperti yang di atas maka akan rentan terkena penyakit ini:

  • Tipes                 : tidak punya selera
  • Mual                 : mutu amat lemah
  • Kudis                : kurang disiplin
  • Asma                 : asal masuk kelas
  •  Kusta               : kurang strategi
  • Tbc                   : tidak bisa computer
  • Kram                : kurang terampil
  • Asam urat        : asal sampaikan materi urutan kurang akurat
  • Lesu                 : lemah sumber
  • Diare               : di kelas anak-anak remehkan
  • Ginjal               : gajinya nihil jarang aktif dan terlambat  

                   Penyakit-penyakit di atas banyak di derita orang guru zaman sekarang yang kurang professional dalam mengajar, ia hanya menjadikan mengajar sebagai profesi untuk mencari uang bukan untuk mencerdakan/meningkatkan sumber daya manusia. Untuk itu etos kerja guru harus di perbaiki dengan cara, Saat berkerja hayatilah bahwa perkerjaanmu adalah rahmat, karena itu berkerjalah dengan hati yang tulus penuh rasa syukur. Ingatlah bahwa perkerjaanmu adalah amanah, karena itu berkerjalah dengan penuh tanggung jawab. Hayatilah perkerjaanmu sebagai panggilan, karena itu berkerjalah sampai tuntas penuh integritas. Padanglah perkerjaanmu sebagai aktualisasi diri, karena itu berkerja keraslah penuh semangat. Persembahkanlah perkerjaanmu sebagai ibadah, sebab itu berkerjalah dengan serius penuh pengabdian. Lakonilah perkerjaanmu sebagai seni, sebab itu berkerjalah dengan cerdas penuh kreatifitas. Sadarilah bahwa perkerjaanmu adalah kehormatanmu, sebab itu berkerjalah dengan unggul penuh ketekunan. Sajikanlah perkerjaanmu sebagai pelayanan, sebab itu berkerjalah dengan sungguh penuh kerendahan hati. Dimana pun anda bertugas menjadi guru, lakukan apa yang engkau bisa, dengan apa yang kau punya, di mana pun kau berada.(Theodore Roosevelt). 

            Untuk menjadi seorang guru yang di idam-idamkan murid-muridnya adalah mampu memimpin murid-muridnya menjelajahi tempat-tempat baru yang bahkan belum pernah di datangi sang pendidik.(Thomas groome). Ketika  saat memberikan materi pelajaran pada peserta didik, bukan hanya terfokus pada materi pelajar itu saja, melaikan hubungkanlah materi satu dengan materi lainnya sebagai bahan tambahan agar perserta didik tidak bosan. Karena sepintar apapun murid, sepandai apapun murid, serajin apapun murid, tetapi kalau hanya menyampaikan materi secara monoton. Murid akan merasa bosan, kalau sudah bosan materi yang anda berikan tidak melekat pada perserta didik. Dalam mendidik, guru harus tegas. Guru harus bisa menghipnotis muridnya saat menyampaikan belajar,sehingga muridnya bisa mengikuti alur apa yang guru sampaikan. Menghipnotis ini bukan berarti menghipnotis seperti uya kuya , yang membuat orang tidur. Menghipnotisnya dengan cara bicara kita, dengan cara bicara yang baik, pembicaraan itu akan masuk kedalam alam bawah sadar si murid, sehingga si murid dengan responsnya mengikuti alur yang anda berikan . apabila guru bisa seperti itu, maka anda akan menjadi guru favorit dan akan di tunggu-tunggu kedatanganya oleh perserta didik. 

Hanya itu saja pemahaman saya tentang guru idaman, saya sangat berterima kasih kepada prof. dr. firdaus L.N., M.Si. karena berkat buku yang berjudul “ powerful the points of guru” saya bisa menulis sedikit pemahaman tentang guru idaman ini. Pesan terakhir untuk anda yang ingin menjadi guru “piker-pikirlah dulu, biar betul-betul, jangan main-main, kalau ya, katakana ya, jangan tidak tidak, nak ke tak nak?. Kalau nak, buat sampai jadi.(firdaus LN). karena guru adalah pahlawan, untuk menjadi seorang pahlawan harus dari hati, dan rela berkorban demi kemajuan sumber daya manusia.

Ingat-ingat tanaman delima
Buahnya ranum merah isinya
Ingat-ingat pesan hamba
Hilang guru, hilanglah dunia!
oleh : Nurman


BERTERNAK SAPI YANG BAIK



Ternak adalah sebagai subjek dalam usaha peternakan. Peternak menjadi manejer bagi Sumber Daya Peternakan lainnya, keberhasilan usaha ternak sapi potong ditentukan oleh sedikit banyaknya oleh kemampuan peternakan dalam mengelola usahanya. Oleh karena itu, pengembangan Sumber Daya Manusia menjadi sangat penting bagi usaha peternakan untuk dapat bersaing dengan usaha lainnya.
Namun masyarakat yang berternak tidak pernah diperhatikan pemerintah setempat untuk mengadakan pelatihan beternak yang baik, para peternak hanya melaksanakan usaha ini sebatas ilmu beternak yang mereka miliki tanpa ada tambahan ilmu peternakan yang sebenarnya. Padahal sumber daya manusia merupakan hal penting yang perlu diperhatikan dalam pembangunan peternakan, karena sumber daya manusia tidak hanya sekedar faktor produksi melainkan lebih penting lagi yaitu pelaku langsung dari pembangunan peternakan.
Mayoritas masyarakat rata-rata yang berprofesi sebagai petani karena terkendala pada pendidikan mereka yang kebanyakan hanya lulusan SMA saja, sehingga mereka harus memilih pekerjaan yang lebih mengandalkan tenaga dan menitik beratkan pada kekerasan, dan beternak hanya dijadikan sebagai usaha sampingan mereka, padahal jika kualitas sumber daya manusianya diperbaiki dengan pelatihan-pelatihan peternakan atau sosialisasi dari lembaga-lembaga terkait mereka akan lebih mengerti tentang ilmu beternak. Faktor utama kurangnya ilmu beternak masyarakat karena terkendala pada latar belakang pendidikan mereka. Peningkatan kualitas sumberdaya manusia sebagai pelaksana pembangunan atau sering dikatakan sebagai pengembangan sumber daya manusia, pada dasarnya dapat dilakukan mulai dari program keluarga berencana dan pembinaan keluarga, perbaikan gizi dan kesehatan, latihan kerja dan lingkungan masyarakat, dimana peningkatan kualitas masyarakat sebagai salah satu tujuan akhir pembangunan itu sendiri.
Usaha apapun harus ada faktor-faktor yang bisa mempermudah terlaksananya pengembangan kearah yang lebih maju. Namun, perlu disadari pula bahwa disamping banyak faktor penunjang terkadang disisi lain para peternak dihadapkan dengan adanya berbagai faktor pembatas yang menghambat produktivitas dan pengembangan ternak sapi.


1.    Faktor Pendorong

Ada beberapa segi yang banyak menunjang pengembangan ternak sapi, antara lain sebagai berikut:

a)      Penyediaan pakan
·      Adanya penyediaan lahan sungguh sangat menunjang pengembangan ternak sapi. Sapi sebagai salah satu hewan ruminansia membutuhkan volume pakan berupa rumput atau hijauan yang cukup, baik langsung maupun tidak langsung berupa lapangan pengembalaan atau rumput potongan. Untuk merealisasikan kebutuhan hijauan ini hanya mungkin apabila tersedia areal yang cukup luas.
·      Adanya penyediaan pakan penguat dari hasil ikutan pertanian dan dari pabrik-pabrik seperti ampas tahu, bungkil kelapa, bungkil kacang tanah, dan sebagainya.
·      Adanya toko-toko pakan ternak dan obat-obatan yang siap melayani para peternak sepanjang waktu.

b)      Pemasaran yang memadai
Produksi daging dari usaha peternakan sapi akan cepat maju apabila pemasaran berjalan cukup pesat. Adanya kemajuan ilmu pengetahuan, peningkatan taraf hidup masyarakat, dan peningkatan pendidikan secara tidak langsung akan membawa pengaruh baik terhadap perubahan menu makanan yang banyak mengandung protein. Hal ini berarti kebutuhan atau permintaan daging, khususnya daging sapi akan meningkat.

c)      Iklim yang sesuai
Faktor iklim setempat tidak bisa dipisahkan dengan usaha pengembangan peternakan sapi. Sebab iklim yang meliputi keadaan suhu, curah hujan, kelembapan, tekanan dan gerakan udara, serta cahaya yang tidak sesuai bagi kehidupan sapi merupakan beban berat bagi hewan.
Miasalkan iklim yang terlalu kering menyebabkan rumput tidak bisa tumbuh subur, kulit ternak bisa terbakar, energi terlalu banyak keluar, dan lain sebagainya. Akibatnya sapi tidak bisa mendapat makanan cukup. Konversi pakannya rendah dan tidak efisien. Adanya suhu udara yang tinggi akan memperlambat metabolisme (pertukaran gizi).

d)      Bermanfaat luas dan bernilai ekonomis
Ternak sapi berkemanfaatan lebih luas dan bernilai ekonomis lebih besar dari pada ternak lain. Usaha ternak sapi merupakan usaha yang lebih menarik sehingga mudah merangsang pertumbuhan usaha. Contoh di bawah ini memperlihatkan kemanfaatan sapi yang luas dan nilai ekonominya tinggi.
·      Mutu dan harga daging atau kulit menduduki peringkat atas bila dibanding daging atau kulit hewan yang lain.
·      Sapi merupakan salah satu sumber budaya masyarakat, misalnya sapi untuk keperluan sesaji, sebagai ternak karapan, di Madura, dan sebagai ukuran martabat manusia dalam masyarakat (social standing).
·      Sapi sebagai tabungan para petani. Para petani di desa-desa pada umumnya telah terbiasa bahwa pada saat-saat panen mereka menjual hasil panenan , kemudian membeli beberapa ekor sapi. Sapi-sapi tersebut pada masa paceklik atau pada saat-saat petani membutuhkan uang untuk berbagai keperluan bsa dijual lagi.
·      Hasil ikutannya masih berguna, seperti kotoran bagi usaha pertanian, tulang-tulang bisa digiling untuk tepung tulang sebagai bahan baku mineral atau dibuat lem, darah bisa direbus,dikeringkan dan digiling menjadi tepung darah yang sangat bermanfaat bagi hewan unggas dan lain-lainnya, serta kulit bisa dipergunakan dalam berbagai maksud di bidang kesenian, pabrik dan lain-lain.
·      Memberikan kesempatan kerja
Banyak usaha ternak sapi yang bisa dan mampu menampung tenaga kerja cukup banyak sehingga bisa menghidupi banyak keluarga pula.

2.      Faktor penghambat

Disamping penunjang atau pendorong pengembangan usaha peternakan sapi, ada juga faktor penghambat atau pembatasnya. Beberapa faktor penghambat yang pada umumnya menjadi kendala dalam pengembangan usaha ternak sapi antara lain sifat pemeliharaan yang masih tradisional dan terbatasnya modal.
Umumnya para petani ternak didalam usaha pemeliharaan ternak sapi masih tradisional. Mereka banyak menyerahkan kepada alam. Pengadaan bibit, pemberian makanan, pemeliharaan atau lain sebagainya belum menggunakan teknologo modern. Pemeliharaan sapi yang mereka lakukan hanyalah sebagai usaha sampingan saja dari pertanian.

a)      Pemasaran hasil yang kurang menarik
Daging sebagai salah satu sumber makanan yang bermutu tinggi belum memasyarakat keseluruh lapisan. Ini disebabkan karena adanya hal-hal sebagai berikut:
·      Masyarakat belum menyadari pentingnya nilai gizi daging bagi kebutuhan tubuh. Mereka yang tahu akan pentingnya nilai gizi itu persentasenya masih rendah dibanding jumlah penduduk.
·      Masih berlakunya pemasaran daging musiman, yakni pemasaran daging meningkat pesat pada hari-hari atau bulan-bulan tertentu. Misalnya sekitar hari Lebaran, dan lain sebagainya. Hari-hari seperti itu menyebabkan terjadinya pemasaran musiman yang terkadang menyebabkan pasar cukup ramai ataupun terkadang pasar menjadi sangat sepi.

b)      Iklim
Iklim tropis terkadang bisa menimbulkan kendala bagi pengembangan ternak sapi yang produktif. Sebab suhu yang tinggi bisa menimbulkan gangguan metabolisme. Akibatnya penimbunan daging menjadi lebih lambat. Demikian pula terjadinya musim kemarau yang panjang akan mengganggu kontinuitas penyediaan hijauan.

c)      Terbatasnya fasilitas
Keterbatasan fasilitas bisa menghambat pengembangan produksi sapi. Mengenai keterbatasan fasilitas yang pada umumnya menimbulkan efek langsung terutama komunikasi. Komunikasi memegang peranan penting dalam usaha peternakan sapi. Kesulitan komunikasi, terutama yang menyangkut transportasi yang erat hubungannya dengan pengadaan pakan dan pemasaran yang tidak lancar bisa melumpuhkan usaha.

Kondisi Tempat Yang Mendukung Usaha Peternakan Sapi

1. Bangunan Kandang

Kandang sebagai tempat tinggal sapi sepanjang waktu harus diperhatikan oleh peternak. Bangunan kandang sebagai salah satu faktor lingkungan hidup, ternak harus bisa memberikan jaminan hidup yang sehat dan nyaman, sesuai dengan tuntutan hidup mereka. Kandang yang dibangun harus bisa menunjang peternak, baik dalam segi ekonomis maupun segi kemudahan dalam pelayanan. Dengan demikian diharapkan bahwa dengan adanya bangunan kandang ini sapi tidak berkeliaran disembarang tempat, dan kotorannya pun bisa dimanfaatkan seefisien mungkin. Berbagai segi yang melatarbelakangi pembuatan kandang diantaranya adalah :

a)      Konstruksi
Agar ternak sapi yang tinggal didalam kandang merasa nyaman, secara umum konstruksi kandang harus kuat, mudah dibersihkan, bersikulasi udara baik. Selain itu ternak terlindungi dari pengaruh lingkungan yang merugikan. Konstruksi ini meliputi arah kandang, ventilasi, atap, dinding, dan lantai kandang.

b)      Letak bangunan kandang
Penempatan bangunan kandang sapi tidak bisa sembarangan. Perlu dipertimbangkan faktor-faktor penunjang yang sekiranya menguntungkan dalam pengembangan lebih lanjut. Faktor-faktor penunjang ini antara lain:
·      Faktor ekonomis
·      Sumber air
·      Dekat dengan peternak
·      Faktor higienis (kebersihan lingkungan)

c)      Alat perlengkapan kandang dan pembersih
Perlengkapan kandang untuk ternak sapi sangat sederhana. Perlengkapan kandang yang harus disediakan terutama adalah tempat makan dan minum, sedangkan perlengkapan pembersihnya meliputi sekop, sapu lidi, selang air, sikat, dan ember.

              Mungkin hanya itu saja urayan cara berternak sapi yang baik. anda juga dapat mendownload PROPOSAL PENELITIAN tentang  Analisa Pengembangan Usaha Masyarakat Dalam Bidang Peternakan Sapi di Pekan Arba Tembilahan secara free di sini atau baca terlebih dulu di sini 
  
 oleh: m.hadi



Advertisement