-
Do you need help?
Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan
oleh : -Muhammad Hadi-
Dalam membahas permasalahan tindakan pelecehan seksual ini, siapa yang salah dan siapa yang harus bertanggung jawab, terlebih dahulu kita cari tahu mengapa kaum remaja khususnya bisa terjerumus dalam lembah yang penuh dengan kenikmatan semata dan tidak memikirkan masa depan meraka sendiri.
Dari penelitian sekunder yang saya lakukan, saya mencari informasi dari berbagai media online, contohnya merdeka.com, kompas.com, tribun.com dan lain-lainya. saya dapat menyimpulkan beberapa poin dari kasus pemerkosaan terhadap para remaja yang dominan masih sekolah dari sumber tersebut.
Banyaknya tindak asusila berlakangan ini banyak sekali modusnya dan para pelakunya yang sangat beragam diantaranya: di lakukan oleh orang tua sendiri, guru sekolah, guru private, teman sekolah, tetanggah dan yang sering terjadi adalah di lakukan oleh pacar sendiri. sangat ironis bukan!!!. keluarga yang mempunyai fungsi penerapan nilai dan norma, sosialisasi dan protek terhadap anaknya malah mengancurkan masa depan anaknya tersebut, guru yang seharusnya mengajarkan ilmu yang baik dan berguna bagi masa depanya malah mengajarkan ilmu yang tidak bermanfaat dan merusak masa depanya sekaligus memberikan contoh yang tidak baik, teman sekolah yang seharusnya menjadi pembantu dalam meraih masa depan malah mencelakakan di tengah jalan. masih banyak lagi masalah yang di hadapi remaja putri sekarang ini, seperti tidak ada lagi tempat perlindungan yang baik di dunia ini.
Dalam masalah pelecehan seksual ini yang sering terjadi adalah di lakukan oleh pacar sendiri, dari data yang saya baca, modus yang di lakukan pelaku sangat bermacam macam, contohnya:
Mengajak pacar pergi kerumahnya untuk di perkenalkan dengan orang tuanya, tetapi sebelum sampai rumahnya di berhentikan di tempat yang telah di rencanakan sebelumnya. dan lebih parahnya lagi teman-temanya sudah menunggu di tempat tersebut. nah kalau begini ceritanya, coba bayangkan anda dalam situasi seperti ini, anda pasti tidak bisa melawan dahkan meminta bantuan kepada orang lain, anda akan menjadi pelampiasaan nafsu bejat mereka. ini bukan saja di lakukan hanya sekali, di bisa menjadikan anda sebagai pelampiasan nafsu bejat meraka apabila di merekam kejadian itu, jika anda tidak menuruti perintahnya vidio di sebar. ada juga kasus yang hampir sama yaitu, mengajak pacar jalan-jalan dan lain sebagainya, akibatnya juga sama menjadikan anda sebagai langganan nafsu bejatnya karena di telah mengikat kamu dengan cara dia seperti yang di atas. oleh karena itu saya berpesan pilihlah pacar secara selektif bila perlu tidak perlu pacaran dulu kan dalam agama islam tidak ada hukum yang mewajibkan, bahkan dapat di katakan pacaran itu dosa. jika di ajak pacar jalan ketempat yang agak asing atau sepi lebih baik anda menolaknya. sebetulnya masih banyak lagi modus-modus yang di lakukan oleh pacar yang berniat jahat untuk masuk ke lubang buaya.
Kalau modus yang di lakukan oleh orang tua sendiri saya tidak bisa memberi solusi karena keluarga itu adalah tempat pelindungan bagi anak, tetapi kalau keluarga tidak bisa lagi menjadi tempat pelindungan yang aman yaaa??? larilah ke tempat saudara, ceritakan semua masalahnya. dari berbagai kasus yang dapat terungakap oleh ranah hukum, masalah seksual ini akan menjadi panjang dan beban bagi para korba apabila korban tidak mau menceritakan apa yang terjadi pada dirinya karena ancaman dari para pelakuknya.
Kasus tindak pelecehan seksual terhadap kaum remaja perempuan ini mayoritas salah perempunya sediri kecuali kasus pelecehan yang di lakukan oleh ayah atau guru kita sendiri. sebagai perempuan seharusnya tidak memamerkan atau menampakan auratnya terhadap lawan jenis yang mengakibatkan tidak baik pada diri anda sendiri, lihatkanlah aurat yang pastas di lihat orang lain saja, sedangkan yang private hanya untuk orang yang muhrim kelak untuk anda. memang menjadi perempuan susah melawan hawa nafsu, menurut informasi yang saya baca, laki-laki 9 akal 1 nafsu sedangkan perempuan 9 nafsu 1 akal.
Untuk mengatasi hal ini sebaiknya peran keluarga sangat di perlukan, karena anak-anak yang mulai tumbuh menjadi remaja itu, rasa ingin tahunya sangat kuat mereka butuh tuntunan yang tepat dalam mengadapi masa ini. tetapi jika keluarga sudah tak bisa menjalankan kewajibanya melindungi dan menerapkan nilai dan norma serta sebagai protek bagi anak, yaa hancurlah generasipenerus bangsa.(plj)
Dari penelitian sekunder yang saya lakukan, saya mencari informasi dari berbagai media online, contohnya merdeka.com, kompas.com, tribun.com dan lain-lainya. saya dapat menyimpulkan beberapa poin dari kasus pemerkosaan terhadap para remaja yang dominan masih sekolah dari sumber tersebut.
Banyaknya tindak asusila berlakangan ini banyak sekali modusnya dan para pelakunya yang sangat beragam diantaranya: di lakukan oleh orang tua sendiri, guru sekolah, guru private, teman sekolah, tetanggah dan yang sering terjadi adalah di lakukan oleh pacar sendiri. sangat ironis bukan!!!. keluarga yang mempunyai fungsi penerapan nilai dan norma, sosialisasi dan protek terhadap anaknya malah mengancurkan masa depan anaknya tersebut, guru yang seharusnya mengajarkan ilmu yang baik dan berguna bagi masa depanya malah mengajarkan ilmu yang tidak bermanfaat dan merusak masa depanya sekaligus memberikan contoh yang tidak baik, teman sekolah yang seharusnya menjadi pembantu dalam meraih masa depan malah mencelakakan di tengah jalan. masih banyak lagi masalah yang di hadapi remaja putri sekarang ini, seperti tidak ada lagi tempat perlindungan yang baik di dunia ini.
Dalam masalah pelecehan seksual ini yang sering terjadi adalah di lakukan oleh pacar sendiri, dari data yang saya baca, modus yang di lakukan pelaku sangat bermacam macam, contohnya:
Mengajak pacar pergi kerumahnya untuk di perkenalkan dengan orang tuanya, tetapi sebelum sampai rumahnya di berhentikan di tempat yang telah di rencanakan sebelumnya. dan lebih parahnya lagi teman-temanya sudah menunggu di tempat tersebut. nah kalau begini ceritanya, coba bayangkan anda dalam situasi seperti ini, anda pasti tidak bisa melawan dahkan meminta bantuan kepada orang lain, anda akan menjadi pelampiasaan nafsu bejat mereka. ini bukan saja di lakukan hanya sekali, di bisa menjadikan anda sebagai pelampiasan nafsu bejat meraka apabila di merekam kejadian itu, jika anda tidak menuruti perintahnya vidio di sebar. ada juga kasus yang hampir sama yaitu, mengajak pacar jalan-jalan dan lain sebagainya, akibatnya juga sama menjadikan anda sebagai langganan nafsu bejatnya karena di telah mengikat kamu dengan cara dia seperti yang di atas. oleh karena itu saya berpesan pilihlah pacar secara selektif bila perlu tidak perlu pacaran dulu kan dalam agama islam tidak ada hukum yang mewajibkan, bahkan dapat di katakan pacaran itu dosa. jika di ajak pacar jalan ketempat yang agak asing atau sepi lebih baik anda menolaknya. sebetulnya masih banyak lagi modus-modus yang di lakukan oleh pacar yang berniat jahat untuk masuk ke lubang buaya.
Kalau modus yang di lakukan oleh orang tua sendiri saya tidak bisa memberi solusi karena keluarga itu adalah tempat pelindungan bagi anak, tetapi kalau keluarga tidak bisa lagi menjadi tempat pelindungan yang aman yaaa??? larilah ke tempat saudara, ceritakan semua masalahnya. dari berbagai kasus yang dapat terungakap oleh ranah hukum, masalah seksual ini akan menjadi panjang dan beban bagi para korba apabila korban tidak mau menceritakan apa yang terjadi pada dirinya karena ancaman dari para pelakuknya.
Kasus tindak pelecehan seksual terhadap kaum remaja perempuan ini mayoritas salah perempunya sediri kecuali kasus pelecehan yang di lakukan oleh ayah atau guru kita sendiri. sebagai perempuan seharusnya tidak memamerkan atau menampakan auratnya terhadap lawan jenis yang mengakibatkan tidak baik pada diri anda sendiri, lihatkanlah aurat yang pastas di lihat orang lain saja, sedangkan yang private hanya untuk orang yang muhrim kelak untuk anda. memang menjadi perempuan susah melawan hawa nafsu, menurut informasi yang saya baca, laki-laki 9 akal 1 nafsu sedangkan perempuan 9 nafsu 1 akal.
Untuk mengatasi hal ini sebaiknya peran keluarga sangat di perlukan, karena anak-anak yang mulai tumbuh menjadi remaja itu, rasa ingin tahunya sangat kuat mereka butuh tuntunan yang tepat dalam mengadapi masa ini. tetapi jika keluarga sudah tak bisa menjalankan kewajibanya melindungi dan menerapkan nilai dan norma serta sebagai protek bagi anak, yaa hancurlah generasipenerus bangsa.(plj)
Undang-undang
memandang manusia sebagai satu elemen dari keseluruhan elemen lingkungan. Yang
meskipun dari satu segi adalah sebagai objek, tetapi segi lain sekaligus pula
menjadi subjek dalam kedudukan hukum. Dari segi objek lingkungan maka manusia
memiliki kedudukan sama dengan segala benda-benda alam(air,tanah,pohon,hewan
dan sebagainya) dalam hubungan fungsional dengan alam. Namun kedudukan manusia
sebagai subjek di samping sebagai objek lingkungan, ditafsirkan sebagai
memiliki kedudukan khusus dalam perspektif ekologi dan lingkungan yang
selanjutnya membawa konsekuensi yang lebih jauh, padahal sebenarnya dalam
perkembangan tata nilai selanjutnya semua benda-benda juga pada giliranya
menjadi subjek pula. Kedudukan hukum sebagai subjek yang di berikan kepada
manusia masih dirasakan belum memuaskan, karena teryata manusia menyalahgunakan
kedudukanya tersebut terhadap alam, dan pada giliran berikutnya menjadi
berbenturan terhadap antar sesama manusia. Seharusnya antara manusia dan
lingkungan bisa serasi. Manusia harus menjaga lingkungan, dan lingkungan pun
juga akan menjaga manusia. bila itu tidak bisa terlaksana maka akan menyebabkan
kerusakan lingkungan, baik tanah, air maupun udara.
Dalam
menjaga kebersihan lingkungan agar tidak tercemar bukan hanya
tergantung/ditanggungjawabkan sepenuhnya hanya kepada masyarakat lingkungan
tesebut.. Tetapi juga di bebankan kepada pemerintah. Seperti yang terdapat di
pasal 10 UUPLH menetapkan Sembilan kewajiban pemerintah dalam mengelolalingkungan, antara lain:
a. Mewujudkan,menumbuhkan,mengembangkan dan meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab para pengambil keputusan dalam mengelola lingkungan hidup.b. Mewujudkan,menumbuhkan,mengembangkan dan meningkatkan kesadaran dan hak akan tanggung jawab masyarakat dalam mengelola lingkungan hidup.c. Mewujudkan,menumbuhkan,mengembangkan dan meningkatkan kemitraan antara masyarakat, dunia usaha dan pemerintah dalam upaya pelestarian daya dukung dan daya tamping lingkungan hidup.d. Mengembangkan dan menerapkan kebijakan nasional pengelolaan lingkungan hidup yang menjamin terpeliharanya daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup.e. Mengembangkan dan menerapkan perangkat yang bersifat preemtif,preventif dan proaktif dalam upaya pencegahan penurunan daya dukung dan daya tamping lingkungan hidup.f. Memanfaatkan dan mengembangkan teknologi yang akrab lingkungan hidup.g. Menyelenggarakan penelitian dan pengembangan di bidang lingkungan hidup.h. Menyediakan informasi lingkungan hidup dan menyebarluaskannya kepada masyarakat.i. Memberikan penghargaan kepada orang atau lembaga yang berjasa di bidang lingkungan hidup.
Di
dalam kewajiban-kewajiban pemerintah seperti yang di atas, pemerintah di
harapkan juga mengeluarkan peraturan untuk menanggulangi masalah pencemaran
air. Dengan adanya peraturan yang di buat oleh pemerintah akan memperkuat
keinginan dan usaha untuk melakukan pencegahan dan penanggulangan pencemaran
air. Pemerintah juga di harapkan bisa menghargai seseorang atau lembaga-lembaga
tertentu, yang telah peduli terhadap lingkungan, dengan memberikan penghargaan
atas apa yang telah di lakukanya, sehingga penghargaan tersebut akan mendorong
seseorang atau lembaga-lembaga tertentu, untuk terus menjaga dan mengelola
lingkungan agar terhindar dari pencemaran lingkungan.
Selain
pemerintah, masyarakat juga dapat berkerja sama dalam menjaga dan mengelola
lingkungan agar tidak terjadi pencemaran lingkungan. Masyarakat memiliki
eksistensi ganda, dalam arti keberadaanya dapat di lihat dari beberapa aspek
atau di mensi untuk mengelola lingkungan, pertama, masyarakat adalah bagian
dari ekosistem lingkungan; kedua, masyarakat merupakan pembangun sekaligus
perusak dari lingkungan; ketiga, masyarakat adalah pengambil keputusan dalam
pengelolaan lingkungan. Hanya masyarakatlah yang mempunyai eksistensi ganda
sekaligus seperti di atas, dan tidak di punyai oleh elemen-elemen lingkungan
yang lain seperti hewan dan tumbuh-tumbuhan. Masyarakat sebagai perkumpulan
pergaulan antara individu manusia bisa sebagai pembangun atau Pembina
lingkungan yang baik, tetapi juga sekaligus dapat sebagai perusak dan
penghancur lingkungan. Sama dengan hewan dan tumbuh-tumbuhan. Tetapi manusia
memiliki eksistensi yang sangat khas di bandingkan elemen lingkungan lainnya,
karena ia memiliki akal,budi,daya dan perkerti.
Dalam
pergaulan masyarakat, pranata hukum di rumuskan dengan membarengkan dan
menyeimbangakan hak dengan kewajiban. Di mana ada hak di situ ada
kewajiban. Sifat demikian merupakan
bagian dari masyarakat demokrasi, yang tidak semata-mata mengeksistensikan,
mengedepankan dan menghargai hak, tetapi juga meminta kewajiban atau tuntutan
yang harus di berikan oleh warga dalam msyarakat. Kewajiban masyarakat/setiap
orang dalam memelihara pembinaan lingkungan,mencegah dan menanggulangi
pencemaran atau perusakan lingkungan, terdapat dalam UUPLH pasal 6 ayat 1
tentang hak,kewajiban dan peran masyarakat.
Dalam
hal meningkatkan kesadaran masyarakat sehingga tidak membuang sampah
sembarangan itu di mulai dari diri sendiri. Karena seperti yang tertera di
atas, setiap orang atau individu itu berkewajiban memelihara kelestarian fungsi
lingkungan hidup serta mencegah dan menanggulangi pencemaran dan perusakan
lingkungan hidup yang ada di lingkungan sekitar kita. Apabila orang tersebut
tidak menaati peraturan yang ada atau melanggar peraturan tersebut, bisa saja
orang yang melanggar tersebut di pidanakan, sesuai dengan hukum yang berlaku. Sehingga
apabila setiap ada peranggaran hukum tentang hal ini akan di pidanakan maka
akan memberikan efek jera pada pelaku dan orang yang suka membuang sampah
seenak hatinya, maka perlu adanya hukum lingkungan. Hukum lingkungan di sini
mengandung manfaat sebagai pengatur interaksi manusia dengan lingkunga supaya
tercapai keteraturan dan ketertiban(social order). Pengaturan hukum selain
sebagai alat pengatur ketertiban masyarakat(law as a tool of social order),
juga sebagai alat merekayasa atau membaharui masyarakat(law as a tool of social
engineering). Sesuang dengan tujuan yang hanya tidak semata-mata sebagai alat
ketertiban, maka hukum lingkungan pula mengandung tujuan-tujuan kepada
pembaharuan masyarakat.
Begitu
juga di dalam pengaturan hukum lingkungan, hendaknya terdapat nilai-nilai yang
adil yang secara objektif dapat di rasakan kehadiranya oleh setiap orang
sebagai sesuaitu yang seharusnya demikian, guna kepentingan bersama atas
lingkungan atau sumber-sumber alam sebagai objek pengaturan hukum itu sendiri.
Anda juga bisa mendownload proposal penelitian tentang Analisa Penyebab Pencemaran Air di Parit 13 Tembilahan secara free. atau baca terlebih dulu di sini
Melalui perkataan orang dapat melihat harga diri anda, maka berhati-hatilah dalam berkata/berbicara, jangan menggunakan bahasa yang tidak sopan dan menyinggung orang lain. Jaman sekarang orang banyak mengunakan nama-nama binatang,kata-kata yang jorok dan sebagainya, bahkan musuh terbesar manusia (syetan) pun ikut tersebut. Di mana iman kita, bisakah kita mengontrol bicara kita sebelum mengeluarkan dari mulut kita, seperti halnya mengontrol ketika buang angin, sebelum di keluarkan kita melihat dulu kanan kiri, dan cara mengeluarkanya secara perlahan. Perkataan yang baik akan berdampak baik pula pada diri anda, begitu pun sebaliknya perkataan yang kotor/buruk akan berdampak buruk pula pada diri anda. Ada sebuah pepatah mengatakan “mulutmu harimaumu”. itu memang terbukti benar, oleh karena itu mulailah dari sekarang berhati hati dalam berkata, sebelum mengeluarkan perkataan kita harus mengelola dahulu, apakah perkataan tersebut menyinggung orang lain atau tidak. Karena perkataan itu lebih tajam dari silet(sejenis pisau). Jika kita terkena tajamnya silet, hanya sesaat kita merasakan sakit, tetapi jika kita terkena tajamnya kata-kata bisa jadi seumur hidup tidak akan pernah melupakan kata-kata tersebut. Lalu bagaimana cara mengelola perkataan kita sebelum mengeluarkanya?...
Setiap kata-kata itu keluarnya dari
mulut, mulut itu kita yang
mengerakkannya, semua anggota tubuh kita bergerak seperti yang kita mau/inginkan.
Mulut itu tidak bisa bergerak/berbicara sendiri tampa kita inginkan. Tetapi selain bergerak mengikuti keinginan
kita, anggota badan kita juga bergerak karena kebiasaan kita. untuk itu,
lakukanlah kebiasaan-kebiasaan yang baik, agar anggota badan merespons dengan
menggerakanya seperti kebiasaan baik kita. Tetapi jika kita melakukan
kebiasaan-kebiasaan buruk maka tubuh kita juga akan merespons demikian. Jika
perkataan kita sudah terkontrol, maka semua perkataan yang kita keluarkan akan
menjadi lebih bijaksana dan bermanfaat bagi orang yang mendengarkanya.
Ketika kita berbicara kepada orang
yang setiap kata-katanya bijak sana/orang yang drazatnya lebih tinggi dari
kita, kita akan merasa grogi/nerves,
takut salah dalam berkata, takut menyinggung orang tersebut, takut
membuat orang tersebut marah sehingga kita berbicaranya pelan dan perlahan.
Tetapi mengapa ketika kita berbicara kepada orang yang sederazat bahkan
drazatnya lebih rendah dengan kita, kita tidak bisa melakukan hal yang
sedemikian rupa, mereka semua adalah manusia, bagaimanapun drazatnya di bumi
ini kita tetap sama di mata tuhan.
Penampilan kita adalah identitas
diri kita, jangan kita meniru identitas dari orang lain, apalagi orang yang
kita jadikan inspirator adalah orang tidak baik, maka ketidak baikan orang
tersebut akan melekat pada diri kita, tetapi apabila orang yang kita jadikan
inspirator adalah orang yang baik,berbudi perkerti luhur. Dampaknya akan baik
pula pada diri kita, banyak orang sekarang megikuti lifestyle gaya hidup modern.
Baik itu perkataannya, penampilanya, cara bicaranya,dll. Hal tersebut
wajar-wajar saja apabila masih dalam batas-batas tertentu. Tetapi yang di
sayangkan adalah ketika mengikuti gaya hidup modern, banyak orang yang salah
memilih inspirator dirinya, sehingga banyak mengarah ke hal-hal yang negative.
Harga diri itu bukan hanya di lihat
dari keadaan fisik kita, tetapi harga diri itu juga terletak pada perkataan dan
penampilan. Apabila perkataan seseorang sudah tak bijaksana dalam setiap
kata-katanya dan di tambah lagi penampilanya yang sudah transparan/blak-blakan.
Nilailah sendiri!!!. Tetapi apabila penampilanya yang transparan/blak-blakkan
itu masih biasa, begitu juga perkataanya saja. Tetapi apabila penampilan dan
perkataanya sudah hancur, segeralah perbaiki sebelum keburukan menimpamu.
Setiap keburukan/kejelekan yang datang padamu
datangnya dari dirimu,begitu pula kebaikan yang datang padamu asalnya juga dari
dirimu. Jika ingin hal-hal yang baik datang padamu maka lakukanlah hal-hal yang
baik pula, apabila anda menginginkan hal yang buruk datang padamu maka
lakukanlah sesuka hatimu. Jika anda memang manusia pergunakanlah otakmu untuk
berpikir memilih dan memilah mana yang baik dan mana yang buruk sebelum
melakukan sesuatu. Semua itu tergantung kemauwanmu, kemauwanmu itu tergantung
niatmu, niatmu tergantung cara berpikirmu…. ITU!!!!!
by : (pelajarinhil.com) Nurman
by : (pelajarinhil.com) Nurman
Indonesia itu tidak
butuh penduduknya banyak…..
Indonesia itu tidak
butuh sarjana-sarjana banyak…
Indonesia itu tidak
butuh propesor-propesor banyak…
Tetapi yang di butuhkan
Indonesia sekarang ini adalah generasi muda sebagai penerus bangsa yang
berkualitas. Indonesia itu tidak membutuhkan pendudukanya banyak, bahkan
menempati urutan ke 4 di dunia sebagai penduduk terbanyak. Karena apabila
banyaknya penduduk bila tidak di imbangi oleh ilmu pengetahuan dan
kesejahteraan yang merata akan menyebabkan dampak yang negative. Mengapa ilmu
pengetahuan termasuk kedalam penyebab dampak negative dari banyaknya penduduk.
Seseorang mendidik anak membutuhkan ilmu, ingin berkerja membutkan ilmu, semua
aktifitas di muka bumi ini membutuhkan ilmu, baik itu
religi,social,ekonomi,dll. Di Indonesia ini pertumbuhan penduduk tidak setara
dengan perkembangan ilmu pengetahuan, masih banyak orang-orang yang kurang
mampu putus sekolah, masih banyak sekolah-sekolah yang kurang layak, masih
banyak generasi muda yang tidak mengenyam pendidikan, masih banyak lagi tugas
yang harus di selesaikan pemerintah. Apabila tugas ini tidak segera di benahi,
maka akan terun temurun akan seperti ini, generasi penerus banyak akan semakin
tidak berkualitas. Setiap anak di negri ini adalah generasi penurus untuk
mewujudkan cita-cita bangsa yang sudah tertera pada pembukaan UUD 1945, alinea
ke 4.
Apalagi di zaman sekarang ini, informasi mudah di dapat,
baik nasional maupun intrnasional. Perkembangan zaman yang semakin canggih,
tetapi tidak setara dengan sumber daya manusia di Indonesia itu akan
menyebabkan keterpurukan Negara kita. Yang kaya semakin kaya yang miskin
semakin miskin. kan banyak sarjana-sarjana dan propesor-propesor di Indonesia?.
Banyaknya tenaga ahli dan terdidik di Indonesia ini tidak setara dengan banyak
penduduknya. Sehingga yang tidak terdidik dengan baik akan menjadi perusak atau
penghancur Negara ini, jadi dapat juga di simpulkan bahwa yang menyebabkan
Indonesia ini maju maupun tidak adalah dari generasi mudanya sendiri, bisa
tidak Indonesia mengelola generasi pemudanya yang akan di jadikan sebagai
penerus bangsa ini. Kemajuan sebuah bangsa itu bukan dari Negara/bangsa lain
tetapi dari dalam bangsa itu sendirilah. Bangsa/negara yang makmur/maju itu
bukan Negara maju yang sebagian besar penduduknya berindustri, tetapi Negara
maju itu adalah Negara yang sudah bisa mensejahterakan pendudukanya sendiri
dengan sumber daya alam yang ada di negaranya dan dengan tangan masyarakatnya
sendiri.
Untuk itu yang perlu di benahi yang paling utama adalah
bukan masalah generasi seniornya yang melenceng dari cita-cita bangsa, tetapi
generasi mudalah dulu yang harus di benahi, karena jika kita hanya berorientasi
kepada generasi seniornya, hanya menyelesaikan masalah generasi seniornya itu
tidak akan selesai selesai, hilang yang tua timbul yang muda, yang berulah.
Seperti itu terun temurun. Apabila kita membenahi generasi mudanya, hilang
generasi yang tua timbul generasi muda yang unggul, jadi semakin tahun semakin
sejahtera bangsa kita, sehingga terwujudlah sila ke lima dari pancasila,
keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia.
oleh : Nurman(pelajarinhil.com)
oleh : Nurman(pelajarinhil.com)
Gallery
-
KESADARAN SISWA DALAM MENAATI PERATURAN SEKOLAH Yang menyebabkan siswa tidak menaati peraturan sekolah: Kurangnya kesadaran...
-
1. Istilah wirausaha berasal dari kata “wira” dan “usaha”. Kata “wira” berarti …. A. Semangat tinggi B. Berjiwa bes...
-
merokok di kalangan remaja 1.1 Sebab-sebab Perilaku Merokok 1. Pengertian Perilaku Merokok Rokok dibuat ...
-
Jawablah pertanyaan berikut ini dengan memilih a, b, c, d, atau e yang kamu anggap paling benar!!! 1. Dalam kehidupan seh...
-
1. Ana : I’m sure that sasha will be successful in this job. Hadi : Yes................. a. if she should wor...
-
Undang-undang memandang manusia sebagai satu elemen dari keseluruhan elemen lingkungan. Yang meskipun dari satu segi adalah sebagai objek, ...
-
Melalui perkataan orang dapat melihat harga diri anda, maka berhati-hatilah dalam berkata/berbicara, jangan menggunakan bahasa yang tid...
-
Naskah film” setetes embun dalam asa ” XII IPS 2 sma pgri tembilahan karya : Nurman ...
-
Sumber daya alam adalah segala sesuatu yang dapat diperoleh dari lingkungan untuk keperluan manusia. Beberapa sumber daya alam sepe...
-
SIKLUS HIDROLOGI Siklus hidrologi adalah suatu proses peredaran atau daur ulang air secara yang berurutan secara terus-...



